DetikNews
Minggu 11 Juni 2017, 18:19 WIB

2 Jam Mengemis Modus Ngesot di HI, Aldriana Raup Rp 249 Ribu

Mei Amelia R - detikNews
2 Jam Mengemis Modus Ngesot di HI, Aldriana Raup Rp 249 Ribu Aldriana mengemis dengan modus ngesot / Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Menjelang Idul Fitri, Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta gencar melakukan operasi PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, petugas menjangkau pengemis dengan modus 'ngesot' pada saat car free day.

Pengemis bernama Aldriana itu dijangkau oleh petugas P3S (Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial) Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, di area Plaza Indonesia. Selama 2 jam mengemis dengan modus 'ngesot', Aldriana bisa meraup hingga ratusan ribu rupiah.

"Menurut pengakuannya, dia baru dua jam meminta-minta dan sudah mendapatkan uang Rp 249 ribu," ujar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Susana Budi Susilowati dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (11/6/2017).

Aldriana tergolong lihai dalam mencari pendapatan dengan mengemis. Dia bahkan mempelajari jam kerja petugas dan daerah mana saja yang jauh dari jangkauan petugas.

"Dia juga menggunakan anaknya untuk memata-matai petugas. Jika melihat petugas, dengan segera si anak memberi tahu ibunya," ujar Susan.

Aktivitas mengemis itu dilakoni Aldriana untuk menyambung hidup. Aldriana adalah seorang janda yang memiliki empat orang anak.

"(Anak) yang pertama tinggal di Bekasi karena sudah lulus SMA dan berkuliah. Adapun yang kedua dan ketiga tinggal bersama dia. Sedangkan yang keempat tinggal bersama mantan suaminya di Cianjur," jelasnya.

Kepada petugas, Aldriana mengaku bahwa ia mengemis juga untuk biaya pengobatan anaknya. "Anak yang ke-empat itu, katanya, baru berumur satu tahun dan mempunyai kelainan jantung sehingga memerlukan biaya pengobatan. Anak keempatnya ini tinggal sama mantan suaminya," ungkapnya.

Aldriana tetap mengirimkan uang untuk anak bungsunya karena mantan suaminya yang berada di Cianjur dan hanya bekerja sebagai kuli pemotong kayu.

"Keluarga besar Aldriana tidak tahu kalau profesinya sehari-hati sebagai pengemis. Mereka tahunya kalau Aldriana kerjanya jadi pemulung," lanjutnya.

Aldriana mencari tempat ramai untuk mengemis, seperti di kawasan Pasar Tanah Abang. Khusus pada saat car free day, Aldriana pindah tempat ke HI karena banyak warga berkumpul dengan harapan memberinya uang.

"Sebenarnya di Pasar Tanah Abang banyak orang yang tahu ia ngesot itu cuma modus. Ada juga pengunjung pasar yang meledek dan mencibir. Tapi dia nggak ambil pusing," tandas Susan.
(mei/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed