DetikNews
Minggu 11 Juni 2017, 14:43 WIB

EKSPEDISI BANTEN SELATAN

Saat Orang Baduy Penasaran soal Miryam 'e-KTP'

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Saat Orang Baduy Penasaran soal Miryam e-KTP Foto: Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikX
Jakarta - Masyarakat suku Baduy di Lebak, Banten, tidak hanya terkungkung di kampungnya. Mereka pergi berjalan kaki ke Jakarta yang jaraknya ratusan kilometer untuk menjual hasil hutan.

Nah, pada waktu berada di kota itulah mereka bersinggungan dengan berbagai hal yang asing. Orang Baduy penasaran dengan para pengendara ojek online berjaket hijau yang berlalu lalang di Jakarta.

"Ari eta anu boga ojek onglin-onglin saha eta. Pamarentah atau saha?" tanya seorang suku Baduy kepada kami yang berkunjung ke Baduy Dalam, awal Mei lalu. Ia mengeja "online" dengan pengucapan "onglin".

Bukan hanya itu hal-hal yang mereka jumpai selama pelesir. Kasus dugaan korupsi KTP elektronik sampai juga ke telinga mereka secara sepintas ketika bertandang ke daerah di luar Baduy. "Kalau Miryam-Miryam e-KTP itu saha?" tanya Ayah Mursyid, salah satu tokoh aday Baduy.

Kami pun menjelaskan perihal korupsi yang marak di Jakarta. Pejabat atau wakil rakyat berkelit setelah mengutip uang proyek. Kasus dugaan korupsi e-KTP salah satunya.

Sedangkan Miryam yang dimaksud adalah Miryam S Haryani, salah satu anggota DPR yang terlilit kasus itu. Ia kini duduk sebagai tersangka atas kesaksian palsu.

Ayah Mursyid, salah satu tokoh BaduyAyah Mursyid, salah satu tokoh Baduy Foto: Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikX

Dahi mereka berkerut ketika kami menjelaskan seluk-beluk permasalahan korupsi. Bagi Baduy, ihwal pemerintahan seharusnya sederhana. Penyelenggara pemerintahan adat hanya berpikir soal kesejahteraan warganya. Tapi di kota, masalah ini menjadi lain.

Berita versi utuhnya dapat Anda baca di sini:
(ayo/irw)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed