Rayakan 25 Tahun Tahta Ratu, Rakyat Belanda Berpesta
Sabtu, 30 Apr 2005 13:11 WIB
Den Haag -
Rakyat Belanda hari ini, 30/4/2005, merayakan 25 Tahun Tahta Ratu, bertepatan dengan pesta ulang tahun Ratu secara nasional. Ini hari termeriah, seluruh rakyat keluar rumah untuk berpesta.Perayaan itu sendiri secara tradisi telah diawali tadi malam dengan pesta Koninginnenach, harfiah: Malam Ratu. Koninginnenach ini secara unik hanya berlangsung di Den Haag, berupa hiburan rakyat, konser musik dan inisiatif lainnya.Ratu Belanda yang memiliki nama titular lengkap Hare Majesteit Beatrix Wilhelmina Armgard Koningin der Nederlanden naik tahta pada 30/4/1980, menggantikan sang ibu Ratu Juliana. Tanggal kenaikan tahta yang bertepatan dengan hari lahir ibunya tersebut ditetapkan oleh Ratu Beatrix sebagai Hari Ratu atau Koninginnedag, hari pesta rakyat dan libur nasional. Beatrix sendiri lahir pada 31/1/1938.Semalam Ratu Beatrix mengawali perayaan dengan seremoni di ibukota Amsterdam, tepatnya di Nieuwe Kerk (Gereja Baru), dekat alun-alun Dam yang terkenal itu. Di sana ia menerima kado nasional berupa karya seni jendela pateri, yang mengisahkan perjalanan nenek moyang Dinasti Oranje dari sebelum 1810, Ratu Wilhelmina, hingga dirinya.Seusai seremoni, Beatrix berjalan kaki untuk hiburan konser musik menuju Dam yang telah disulap menjadi panggung teatral. Ia didampingi Pangeran Mahkota Willem Alexander dan Puteri Maxima, anggota keluarga kerajaan lainnya, ketua parlemen Frans Weisglas, kabinet dan walikota Amsterdam Job Cohen.Konser yang dimulai jam 21.30 waktu setempat itu resminya adalah kado dari walikota Amsterdam. Tampil antara lain bintang opera kesohor dari Rumania, Angela Gheorghiu, diiringi Radio Filharmonisch Orkest. Gheorghiu antara lain membawakan nomor L'Amour est un Oiseau Rebelle dan I Could Have Danced All Night. Nomor tersebut terakhir adalah gubahan Frederick Loewe, dicomot dari film musikal My Fair Lady (1964), yang juga pernah merajai Teater Broadway, New York. Untuk pertunjukan selera tinggi itu tercatat ada 250 undangan VIP (diplomat, dunia usaha, pers), 600 undangan untuk warga khusus yang terkait dengan angka 25, misalnya ultah ke 25 dan pernikahan perak dan untuk ring terluar disediakan 4.500 tiket gratis. Acara berakhir pada jam 23.00 dengan buaian vokal Gheorghiu berduet dengan Jeroen Willems untuk nomor Quand on a Que l'Amour gubahan Jacques Brel.Hari ini, Koninginnedag, akan serentak dirayakan secara nasional. Diawali dengan petatah-petitih Ratu dengan Verenigde Vergadering van de Staten-Generaal (parlemen dan senat) di Ridderzaal (Ruang Ksatria) di kompleks Binnenhof, Den Haag. Setelah itu Ratu keluar, disambut aubade anak-anak sekolah. Selanjutnya Ratu bersama keluarga akan menuju Scheveningen, yang tahun ini dipilih sebagai pusat perayaan Koninginnedag. Seperti tradisi, mereka akan berjalan kaki dan melakukan kontak dengan masyarakat. Para pangeran dan puteri kerajaan biasanya bermain bersama warga setempat, seperti balap kelompen, tarik tambang dan permainan rakyat lainnya.Di kota-kota lainnya pesta rakyat itu kira-kira formatnya sama, yakni hiburan musik, layanan makan minum gratis, mainan untuk anak-anak, pasar rakyat bebas pajak a.l rommelmarkt (pasar barang bekas). Di rommelmarkt, warga dapat menjual perabotan rumahtangga yang sudah tidak terpakai, seperti lukisan, keramik, lampu meja, dll. Anak-anak juga dapat menjual koleksi mainan dan buku-buku mereka yang sudah tidak terpakai. Di ajang ini biasanya mudah ditemukan barang-barang antik dengan 'harga buang'.Pesta Koninginnedag ini akan ditutup dengan hiburan di Malieveld, alun-alun kota Den Haag. Di situ Ratu, undangan VIP dan masyarakat akan menghabiskan sisa hari dan mengakhiri Hari Ratu yang selalu dinanti-nantikan setiap tahun. Keterangan foto: Ratu Beatrix Wilhelmina Armgard, Sumber: Koninklijkhuis.
(es/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































