detikNews
Minggu 11 Juni 2017, 12:20 WIB

Jadi Tersangka, Dirut PT Garam Ditahan Bareskrim

Bartanius Dony - detikNews
Jadi Tersangka, Dirut PT Garam Ditahan Bareskrim Jumpa pers Mabes Polri tentang penahanan Dirut PT Garam / Foto: Bartanius Dony/detikcom
Jakarta - Direktur Utama PT Garam, Achmad Boediono ditangkap Bareskrim Polri karena penyalahgunaan izin impor garam. Kini, ia harus mendekam di rumah tahanan Bareskrim.

"Hari ini kita lakukan penahanan terhadap yang bersangkutan di Rutan Bareskrim, di Polda Metro Jaya," kata Direkrut Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Brigjen Agung Setya, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (11/6/2017).

Achmad Boediono ditangkap di kediamannya, di wilayah Pondok Gede, Bekasi, pada Sabtu (10/6). Agung menjelaskan, Achmad dijadikan tersangka terkait permintaan dokumen. Ia mengubah rencana impor garam konsumsi menjadi garam industri.



Achmad diketahui sudah dua kali mengajukan impor garam industri sebanyak 75 ribu ton. Perubahan rencana impor itu kemudian disetujui oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Berdasarkan peraturan Kementerian Perdagangan, biaya masuk impor garam konsumsi sebesar 10 persen dari total biaya impor. Biaya 10 persen itu digunakan untuk melindungi produk pertani lokal. Namun biaya masuk itu tidak dibayar oleh PT Garam.

"Utamanya adalah biaya impor, 10 persen itu tidak dibayar. Atas tidak dibayarnya biaya masuk, ada Rp 3,5 miliar yang tidak dibayar oleh yang bersangkutan," jelas Agung.



Harga satu kilogram garam industri adalah Rp 400. Sedangkan untuk satu kilogram garam konsumsi adalah Rp 1.200.

"Harga yang diberikan adalah garam konsumsi, padahal yang dijual adalah garam industri," pungkas Agung.


(brt/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com