Seorang Bayi Lahir di Kapal
192 TKI Tiba di Tanjung Priok
Sabtu, 30 Apr 2005 11:30 WIB
Jakarta - Sebanyak 192 orang Indonesia (TKI) dan keluarganya, termasuk seorang bayi yang lahir di kapal, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Para TKI ilegal ini umumnya pulang ke Indonesia tanpa membawa apa-apa karena gajinya belum dibayar.Para TKI tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dengan Kapal Samudera Jaya 88. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Pinang, Riau, pada Kamis (28/4/2005) kemarin itu merapat di dermaga Tanjung Priok sekitar pukul 09.45 WIB, Sabtu (30/4/2005).Dari data yang dihimpun detikcom, sebanyak 92 orang TKI berasal dari Jawa Timur 87, terdiri dari 87 orang dewasa dan lima anak-anak. Kemudian dari, Jawa Tengah 4 orang, DKI 7 orang, Jawa barat 6, Medan 51, Sulawesi Selatan 12, Sulawesi Tengah 9, dan Nusa Tenggara Barat 13, total 192.Para TKI umumnya turun dari kapal tanpa membawas tas berisi pakaian maupun oleh-oleh. Mereka umumnya melenggang dengan tangan kosong dan baju hanya tersisa yang melekat di badan. Para TKI itu belum dibayar gajinya saat dideportasi dari Malaysia, dan barang-barangnya di sita.Mulyani SamudraDalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Pinang ini lahir seorang bayi perempuan yang diberi nama Mulyani Samudra. Yang memberi nama adalah nahkoda kapal Heru Setio Wibowo, yang bersama beberapa penumpang lain ikut membantu proses kelahiran bayi mungil ini.Bayi yang lahir pada Jumat (29/4/2005) pukul 19.25 WIB ini merupakan anak pasangan Niman dan Batani. Bayi yang lahir di desk bawah hanya dengan beralaskan kardus dan koran ini kondisinya cukup sehat. Saat ini Mulyani sudah dibawa ke Rumah Sakit Koja oleh petugas kesehatan Tanjung Priok untuk mendapatkan perawatan.
(gtp/)











































