Bird Strike Kerap Terjadi di Bandara yang Berlokasi Dekat Pesisir

Bird Strike Kerap Terjadi di Bandara yang Berlokasi Dekat Pesisir

Bisma Alief - detikNews
Minggu, 11 Jun 2017 06:40 WIB
Bird Strike Kerap Terjadi di Bandara yang Berlokasi Dekat Pesisir
Moncong Lion Air Penyok Usai Tabrak Burung (Foto: Istimewa/Alvin Lie)
Jakarta - Insiden Bird Strike, seperti yang dialami Lion Air LNI823 merupakan persoalan klasik yang mengganggu keselamatan penerbangan. Insiden ini kerap terjadi di bandara yang berlokasi dekat dengan wilayah pesisir.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat penerbangan Arista Admajati saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/6) malam. Bandara Juanda, Jawa Timur diketahui berlokasi dekat dengan wilayah pesisir. Demikian juga dengan bandara lainnya seperti Soekarno-Hatta di Tangerang dan I Gusti Ngurah Rai di Bali dan Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah.

"Kasus bird strike ini kebanyakan terjadi di bandara-bandara yang lokasinya dekat pantai. Kan biasanya burung-burung seperti burung kuntul yang menabarak Lion Air itu kan di pantai. Bandara yang berada di dekat pantai selain Surabaya ada Jakarta, Semarang dan Bali," ujar Arista.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arista, kebanyakan kasus bird strike terjadi saat pesawat hendak tinggal landas (take off) dan mendarat (landing). Karena itu, sangat jarang terjadi kasus bird strike dialami pesawat saat sedang berada di ketinggian aman.

"Burung kan terbangnya tidak tinggi-tinggi amat. Karena itu paling sering terjadi saat take off dan landing di ketinggian 200 meter di atas permukaan laut," ucapnya.

Arista juga mengakui kurang efektifnya upaya pengusiran pada burung yang ada di bandara. Salah satu alasannya karena biasanya burung berada di apron dan landasan pacu (runway). Sementara, kedua wilayah tersebut adalah wilayah yang steril dari kendaraan apapun kecuali pesawat.

"Harusnya patroli mobil Angkasa Pura bisa diperbantukan untuk mengusir burung di restricted area seperti apron dan runaway untuk mengusir burung yang biasanya berkeliaran," tutupnya. (bis/dkp)


Berita Terkait