"Kita sudah tiga kali olah TKP. Setelah kejadian kemarin, lalu tadi malam. Tadi pagi juga kita olah TKP lagi. Tadi kita ke BCA, cek jalur sama ke POM bensin," kata Kasat Reskrim Polres Jakbar AKBP Andi Adnan saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/6/2017).
Pada saat melakukan olah TKP pertama, polisi tidak mendapatkan rekaman CCTV di SPBU Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakbar. Saat olah TKP lanjutan, ada rekaman CCTV yang didapatkan polisi untuk dipelajari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengatakan dari rekaman CCTV ini polisi akan menggunakannya untuk menyelidiki pelaku sebanyak empat orang ini. Polisi akan mencocokkan citra dalam rekaman tersebut dengan database pelaku kejahatan yang dipunyai.
"Kita berharap dari informasi CCTV sama kita cocokkan database pelaku kejahatan kita. Lalu kita cocokkan juga dengan saksi-saksi yang sudah kita mintai keterangannya," ujarnya.
Polisi juga mengamankan ponsel milik korban yang ada di dalam mobil Kijang Innova warna hitam. Keluarga korban, Steve mengatakan, ponsel milik Davidson masih tersambung dengan kerabatnya ketika peristiwa itu terjadi.
"Detail yang saya tahu juga, almarhum sempat menelepon temannya. Dan itu teleponnya masih on. Jadi masih mendengar teriakan dari almarhum, Pak Davidson. Teriak seperti ada orang yang mengambil tas. Lalu tak ada ada suara tembakan. Setelah itu mati handphone-nya," kata Steve di Heaven Funeral Home, Jalan Pluit Raya 1 No. 2, Penjaringan, Jakut.
Davidson tewas setelah ditembak dari jarak dekat oleh pelaku perampokan yang berjumlah empat orang. Para pelaku juga mengambil uang sejumlah Rp 300 juta.
Diduga pelaku ini sudah membuntuti Davidson sejak dirinya mengambil uang di bank. Para pelaku ini menggunakan modus ban gembos dalam melancarkan aksinya. (jbr/fdn)











































