Presiden Cina Bertemu Pimpinan Oposisi Taiwan
Sabtu, 30 Apr 2005 06:02 WIB
Jakarta - Pimpinan partai nasionalis Taiwan, Lien Chan, bertemu dengan Presiden Cina, Hu Jintao, Jumat (29/4/2005). Ini adalah pertemuan tingkat paling tinggi sejak kaum komunis dan nasionalis berpisah sekitar 6 tahun lalu.Seperti dilansir dari The Associated Press, Sabtu (30/4/2005), Hu dan Lien Chan sepakat untuk mulai menghentikan sikap permusuhan mereka.Pemerintah Taiwan mengkritik pertemuan tersebut. Mereka menyebut Cina tidak melakukan apapun yang dapat mencairkan kebekuan hubungan mereka.Amerika Serikat, yang dikhawatirkan terlibat dalam konflik antara Cina dan Taiwan, menekankan dialog juga harus melibatkan pemerintah terpilih Taiwan, bukan hanya partai oposisi.Pemandangan yang menampakkan Hu dan Lien tersenyum dan saling berjabatan ketika mereka bertemu di Beijing disiarkan langsung oleh televisi di seluruh Cina dan Taiwan, dan disaksikan oleh ratusan juta pemirsa.Sebelumnya Beijing mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan sudah beberapa kali mengancam akan melakukan serangan. Namun, usaha memenangkan pulau tersebut juga dilakukan dengan cara-cara damai, melibatkan partai seperti Nasionalis yang turut membantu menyatukan kedua belah pihak.Hubungan antara komunis dan nasionalis telah membaik beberapa tahun terakhir, karena mereka bersatu sebagai oposisi bagi Presiden Taiwan Chen Shui-bian, yang partainya menginginkan kemerdekaan."Beijing dan Taipei harus mengusahakan perdamaian, stabilitas dan pertumbuhan untuk masa depan, sehingga rakyat Cina dari kedua pihak dapat berjalan beriringan," tukas Hu dalam pertemuan.Lien merespon positif ajakan tersebut. "Kita harus menghindari konfrontasi dan kolisi. Yang kita ingnkan adalah rekonsiliasi. Kita ingin dialog," tegasnya.
(ast/)











































