Sejak jembatan dibongkar, pemudik tahun ini yang bepergian selain dengan sepeda motor harus memutar jalan. Sementara itu untuk pengendara sepeda motor sudah dimudahkan, yakni hanya membayar Rp 5 Ribu para pemudik sudah bisa menyeberang dengan perahu modifikasi yang dibuat warga.
Untuk rute dari arah Banda Aceh-Medan, para pemudik harus melewati Desa Tingkeum Baro, Pulo Reudeup, Geulanggang, Muenje, Cot Ara, Mon Kelayu, jalan Samuti Aman, dan terakhir ke ujung jembatan sebelah timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara rute jalur alternatif dari arah Medan menuju Banda terpaksa memutar jalan sepanjang 8 km dengan melintasi jalan Desa Tingkeum Manyang, Blang Mee, Pante Baro, Kubu, melewati jembatan rangka baja Pante Lhong terus ke simpang empat Gie Kapal, dan kembali ke jalan nasional.
"Lumayan jauh, saya harus memutar dulu. Belum lagi jalannya berdebu, sempit dan bergelombang," kata seorang warga, Taufan, kepada detikcom, Sabtu (10/6/2017).
Taufan yang mudik dengan tujuan Medan itu sempat kewalahan. Namun tidak ada alternatif lainnya dan terpaksa harus ikut sesuai yang telah diarahkan.
Taufan berharap agar pemerintah segera melakukan pengerjaan jembatan baru sehingga lintasan nasional kawasan tersebut kembali aktif.
"Semoga cepat selesai jembatan barunya. Untuk jalan alternatif kalau bisa di aspal supaya sedikit nyaman," tambah Taufan.
(bag/bag)











































