Harusnya Dosen Senang Gaji Dinaikkan

Wakil Rektor UGM:

Harusnya Dosen Senang Gaji Dinaikkan

- detikNews
Sabtu, 30 Apr 2005 01:51 WIB
Yogyakarta - Pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengakui adanya kenaikan gaji hingga 400 persen bagi pejabat struktural. Namun dengan kenaikan gaji sebesar 25 - 40 persen bagi dosen dan karyawan nonstruktural, seharusnya mereka ikut senang.Hal itu dikatakan oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Prof Dr Marwan Asri, MBA kepada wartawan di Gedung Pusat UGM, Bulaksumur, Jumat (29/4/2005)."Dulu banyak yang mengeluh karena gajinya kecil. Sekarang setelah ada kenaikan, mereka justru mempermasalahkannya. Semestinya mengucapkan alhamdulillah, sebab kita menaikkan gaji mereka agar kesejahteraannya juga meningkat," kata Marwan yang didampingi Sekretaris Eksekutif UGM, Dr Agus Sukartono,MBA.Marwan mengakui ada perbedaan yang mencolok antara kenaikan gaji pejabat struktural dan non struktural. Hanya saja, kenaikan penghasilan tersebut masih dalam skema awal dan nantinya akan ada kenaikan lagi. "Semua kenaikan penghasilan para karyawan di UGM ini sudah kami perhitungkan secara cermat, yakni sesuai SK rektor itu," jelasnya.Menurut mantan Direktur Program Magister Manajemen UGM itu, kenaikan insentif bagi rektor, wakil rektor dan dekan memang mencapai 400 persen. Adapun pertimbangannya adalah jam kerja dan tanggung jawab para pejabat tersebut semakin berat dengan status UGM sebagai Badan Hukum Milik Negara(BHMN)."Konsekuensinya, para pejabat struktural dituntut punya komitmen penuh. Waktunya 100 persen hanya untuk di UGM saja, tidak boleh mancari objekan di tempat lain. Jadi tidak betul kalau keputusan itu dilakukan secara tiba-tiba," tukas Marwan.Marwan mengatakan kenaikan ini jangan dipukul rata untuk setiap dekan. Dari 18 fakultas di UGM, hanya tiga dekan yang dinaikkan insentifnya menjadi Rp 12,5 juta/bulan. Sedangkan dekan yang lain ada yang Rp 10 juta dan Rp 9 juta/bulan, tergantung beban masing-masing."Kalau mereka akan mogok semestinya melihat dulu bagaimana sumpah saat akan menjadi dosen. Selain itu, kasihan para mahasiswa kalau dosen mogok mengajar," katanya.Agus Sukartono menambahkan, bagi pejabat struktural, sudah tidak bisa mencari objekan di tempat lain. Sedangkan para dosen yang tidak mempunyai jabatan struktural masih bisa mencari sampingan dengan mengajar di tempat lain."Penghasilan sebagai pengajar di tempat lain, kalau dihitung juga sangat besar. Jadi jangan dilihat salah satu sisi saja," sergah Agus. (ast/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads