5 Negara Tawarkan Teknologi Proyek Monorel
Jumat, 29 Apr 2005 23:44 WIB
Jakarta - Sampai hari ini PT Jakarta Monorail masih mengkaji data dan informasi tentang teknologi monorel serta pembiayaannya yang ditawarkan beberapa negara. Yang dibandingkan meliputi teknologi, harga, dan bantuan finansial yang diajukan. Studi banding ke Cina dan Korea telah dilakukan."Itu semua akan dibandingkan dengan penawaran yang diberikan oleh Jepang dan Kanada serta usulan dari konsorsium produsen dalam negeri yang dimotori oleh PT.Bukaka Group," ujar Sukmawaty Syukur, Direktur Operasional PT Jakarta Monorail, dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (29/4/2005).Dalam studi banding ke Korea, ditandatangani Rotem perusahaan milik Hyundai Group. Perusahaan tersebut telah mengembangkan teknologi kereta ringan untuktransportasi kota dengan menggunakan sistem Magnetically Levitated Vehicle (urban Maglev). Sedangkan dalam studi banding yang dilakukan ke Cina, dilakukan kunjungan ke CITIC (China International Trust Investment Company) dan anak perusahaannya, CRC Co. Ltd. yang merupakan produsen monorel di Cina.Seluruh penawaran yang masuk mempunyai keunggulan masing-masing dan kesempatan yang sama untuk dipilih. Hal ini dinyatakan juga oleh Gubernur DKI, Sutiyoso, dalam rapat teknis tanggal 25 April yang lalu. "Bapak Gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada kami untuk memilih secara cermat terutama menyangkut kualitas, harga, dan skema finansial yang ditawarkan. Yang paling penting juga, kesiapan memenuhi jadwal 'delivery time' monorel yang cukup ketat," urai Sukmawaty.Proyek monorel merupakan proyek kerjasama antara PT. Jakarta Monorail dan Pemprov DKI dengan sistem BOT (Built Operating Transfer). Kerjasama direncanakan selama 30 tahun dengan opsi perpanjangan 10 tahun, kemudian penyerahan monorel dan infrastrukturnya setelah masa penyelenggaran berakhir.Menurut perhitungan sementara, proyek ini akan menelan dana sebesar US$ 670 juta yang direncanakan terdiri dari modal (equity) dari pihak investor, PT. Jakarta Monorail, sebesar US$ 200 juta dan sisanya berupa pinjaman sebesar US$ 470 juta.Proyek monorel merupakan bagian dari pola transportasi makro Jakarta, selain busway, transportasi air dan heavy rail (subway).
(ast/)











































