Seluruh Pihak PKB Diminta Cooling Down
Jumat, 29 Apr 2005 23:14 WIB
Solo - Konflik yang semakin memuncak di PKB dapat berujung pada perpecahan. Karena itu, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Hussein Syifa', meminta seluruh pihak PKB agar melakukan cooling down. Dia juga meminta kepengurusan DPP PKB dirombak dengan alasan kapabilitas serta rekonsiliasi."Para elit di pusat dan di daerah, para kiai, kader maupun simpatisan PKB dimanapun sebaiknya segera melakukan cooling down. Tanpa itu saya semakin pesimis bersatunya kembali kelompok yang berseteru pasca-muktamar dapat segera terwujudkan," ujar Hussein kepada wartawan di Solo, Jumat (29/4/2004).Orang dekat Gus Dur ini mengatakan, sebagai partai terbuka berbasis nasionalis agama, seharusnya seluruh pihak di PKB mampu berpolitik dengan santun dan mengelola konflik dengan dewasa. Karena itu, para elit jangan saling serang sehingga semakin membuat simpatisan gelisah.Hussein menegaskan, klaim DPW PKB Jateng mendukung Alwi-Ipul adalah klaim sepihak Ketua Tanfidz PKB Jateng, KH Hanif Muslich. Namun dia meminta pengurus DPW lainnya tidak bereaksi berlebihan agar situasi tidak semakin memanas. Salah benarnya klaim itu akan terbukti seiring berjalannya waktu.Seperti diketahui Ketua Dewan Syuro dan Ketua Tanfidz PKB Jateng saat ini berada di kubu Alwi - Ipul, namun pengurus lainnya tetap di belakang Gus Dur. Hanif Muslich mengatakan 22 DPC PKB di Jateng juga mendukung Alwi. "Padahal dari 35 DPC di Jateng, hanya empat DPC yang keluar dari arena muktamar. Tapi itu tidak perlu ditanggapi dengan reaksioner," papar Hussein.Bahkan dengan gaya berseloroh, Hussein mengatakan dia tidak ingin sindiran lawan-lawan politik PKB selama ini semakin diperkuat oleh kondisi internal PKB sendiri. "Selama ini 'kan ada yang menyebut PKB adalah Partai Kisruh Berlanjut, Partai Kiai Bertikai, Partai Kiai Bingung, Partai Keponakan Bos, Partai Keponakan Bertikai dan sebagainya," kata dia sembari tertawa.Rombak PengurusHussein juga meminta DPP mempertimbangkan perombakan kepengurusan yang baru saja dibentuk. Alasannya, kapabilitas beberapa orang yang ditunjuk sebagai pengurus DPP itu masih pantas dipertanyakan. Pertimbangan lainnya adalah untuk mengakomodasi kubu yang kecewa dengan hasil muktamar."Bahwa menyerahkan kepengurusan organisasi kepada anak-anak muda adalah langkah yang bagus, namun juga harus diperhitungkan kapabilitasnya. Dari nama-nama yang ada, yang dapat diandalkan hanya Gus Dur di Dewan Syuro dan Nursjahbani Kantjasungkana di Dewan Tanfidz," papar Hussein."Pertimbangan lain adalah mengakomodasi kubu yang hingga saat ini masih berseberangan dengan DPP karena tidak puas dengan hasil muktamar. Jika hal itu dilakukan maka akan mempercepat terjadinya rekonsiliasi di tubuh PKB. Sebab kegelisahan pendukung PKB di bawah saat ini telah sangat mengkhawatirkan karena terjadinya konflik itu," lanjutnya.
(ast/)











































