Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengungkapkan banyak negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sangat prihatin karena negara-negara yang berseteru tersebut adalah anggota OKI juga.
"Terkait dengan peran Indonesia dalam krisis tersebut, saya mendukung pernyataan Menteri Luar Negeri RI yang menyatakan akan memediasi dan berkontribusi menghadirkan solusi agar kondisi yang terbaik kembali di kawasan Teluk, juga di kawasan negara-negara OKI lainnya," kata Hidayat dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hidayat, Indonesia semestinya tidak hanya menawarkan diri, tapi langsung berperan aktif seperti yang dilakukan Turki. Mengapa Indonesia sangat concern akan hal tersebut, karena dari sisi Indonesia, ini adalah kewajiban yang sudah disepakati dan terpatri oleh para founding fathers dan founding mothers dulu dalam Pembukaan UUD.
Pada Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 itu jelas ditegaskan pada alinea terakhir bahwa Indonesia terlibat menjaga perdamaian dunia. "Menurut saya, ini adalah satu hal penting yang harus betul-betul dilaksanakan. Apalagi Indonesia berada pada pihak yang diterima kedua belah pihak, baik oleh Qatar maupun oleh pihak Arab Saudi dan negara Arab lainnya," ucapnya.
Lagi pula, lanjut Hidayat, Indonesia harus melihat ini sebagai kesempatan yang sangat bagus untuk tampil dan membuktikan kepemimpinannya di tingkat dunia untuk menghadirkan solusi. Dalam sejarah, Indonesia memiliki track record yang baik berkiprah dalam penyelesaian masalah di Asia Tenggara.
"Sekali lagi ini adalah kesempatan baik bagi Indonesia untuk memaksimalkan perannya menjadi fasilitator islah agar permasalahan di Timur Tengah, dalam konteks ini di negara-negara Teluk, supaya segera selesai dan menghadirkan suasana damai di Timur Tengah," tandasnya.
(ega/mpr)











































