Panglima TNI Kritik soal Demokrasi, Ini Pendapat Yudi Latif

Panglima TNI Kritik soal Demokrasi, Ini Pendapat Yudi Latif

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 09 Jun 2017 21:24 WIB
Panglima TNI Kritik soal Demokrasi, Ini Pendapat Yudi Latif
Kepala Pelaksana UKPPIP Yudi Latif (Bagus Prihantoro/detikcom)
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam ceramah kebangsaan di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, menyatakan demokrasi di Indonesia sudah tak sesuai dengan Pancasila. Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif memandang dari sudut pandang lain.

"Itu kan memotret sebagai hutan belantara dari atas. Jadi mungkin kelihatannya secara keseluruhan tak sesuai dengan Pancasila," kata Yudi di gedung III Setneg, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

Padahal, menurut Yudi, bisa saja masih ada yang menerapkan Pancasila saat berdemokrasi dengan sistem yang ada saat ini. Walau memang ada pula yang memilih sistem liberal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidato kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945, presiden pertama RI Sukarno memang menegaskan demokrasi Indonesia nantinya tak seperti Barat. Demokrasi di Indonesia haruslah musyawarah-mufakat.

Namun, sejak 1955, ada pemilu pertama di Indonesia yang menggunakan sistem satu orang satu pilihan. Ketika itu yang dipilih adalah partai politik.

Yudi kemudian memandang pendapat Gatot sebagai peringatan, sehingga sistem demokrasi di Indonesia dapat semakin disesuaikan dengan Pancasila.

"Jadi, sekali lagi, (pendapat Panglima) itu skala besar untuk penyebutan secara cepat, bukan sifatnya akademik, untuk politis saja, mengingatkan. Kita positive thinking saja pengingatan mungkin demokrasi kita harus lebih disempurnakan," ungkap Yudi. (bpn/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini