"Itu kan memotret sebagai hutan belantara dari atas. Jadi mungkin kelihatannya secara keseluruhan tak sesuai dengan Pancasila," kata Yudi di gedung III Setneg, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).
Padahal, menurut Yudi, bisa saja masih ada yang menerapkan Pancasila saat berdemokrasi dengan sistem yang ada saat ini. Walau memang ada pula yang memilih sistem liberal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejak 1955, ada pemilu pertama di Indonesia yang menggunakan sistem satu orang satu pilihan. Ketika itu yang dipilih adalah partai politik.
Yudi kemudian memandang pendapat Gatot sebagai peringatan, sehingga sistem demokrasi di Indonesia dapat semakin disesuaikan dengan Pancasila.
"Jadi, sekali lagi, (pendapat Panglima) itu skala besar untuk penyebutan secara cepat, bukan sifatnya akademik, untuk politis saja, mengingatkan. Kita positive thinking saja pengingatan mungkin demokrasi kita harus lebih disempurnakan," ungkap Yudi. (bpn/dhn)










































