Namun dalam 2 tahun terakhir, Kota Semarang berkembang sangat pesat, dengan berbagai hal yang dikerjakan, seperti salah satunya yaitu Kampung Pelangi. Dan perkembangan-perkembangan tersebutlah yang membuat saat ini Kota Semarang banyak dikunjungi banyak orang.
Banyaknya kunjungan tersebut tak ayal membuat potensi kemacetan di Kota Semarang meningkat. Tak ingin timbul masalah baru, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bergerak cepat mengantisipasi kemacetan di Kota Semarang dengan membangun Jalan Lingkar Luar Semarang (Semarang Outer Ring Road/SORR).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam merealisasikan jalan lingkar luar tersebut, Wali Kota Hendi tak bisa sendirian. Ini karena dalam rencana pembangunannya, jalan lingkar luar membutuhkan lahan seluas Β± 421.500 m2, dalam luasan tersebut sebesar Β± 6.363 m2 adalah merupakan wilayah Kabupaten Kendal.
Maka dari itu dalam rangka merealisasikan pembangunan Semarang Outer Ring Road tersebut, Pemerintah Kota Semarang melakukan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Kendal terkait pembebasan lahan di Restoran Holiday, Semarang, Kamis (8/6/2017).
Dalam MoU tersebut disepakati, Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kabupaten Kendal akan melakukan pembebasan lahan melalui APBD masing-masing. Wali Kota Hendi dalam kesempatan tersebut mengatakan jika perjanjian ini menjadi penting bagi perkembangan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
"Dimulainya rangkaian realisasi Semarang Outer Ring Road ini sekaligus menandai transformasi Kota Semarang dari kota transit menjadi kota tujuan," jelas Hendi.
"Selain itu, Semarang Outer Ring Road juga dapat dikatakan sebagai penunjang Kawasan Industri Kendal, terkait arus barang dari dan menuju Terminal Peti Kemas Tanjung Emas Semarang," tambahnya.
Hendi juga menyampaikan bahwa Kendal merupakan salah satu hinterland atau tetangganya Semarang. "Kekuatan Semarang salah satunya karena ditopang oleh wilayah hinterland seperti Kendal, Purwodadi, Demak, Grobogan, dan Salatiga", katanya.
Hendir berharap kerja sama ini tidak hanya membangun SORR saja, tetapi bisa berlanjut ke potensi dan peluang lainnya. "Misalnya kerja sama pariwisata, transportasi BRT, monorail atau apapun bentuknya yang dapat menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal," harap Hendi.
Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa memberikan apresiasi terhadap program Wali Kota Semarang yang luar biasa. "Mudah-mudahan kerja sama ini bisa menjadi pengalaman dan hubungan baru antara Kabupaten Kendal dan Kota Semarang," harap Mirna.
Mirna mengatakan langkah ini dapat memberikan dampak positif sehingga bisa menjadi langkah awal yang luar biasa untuk kemajuan Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. (ega/ega)










































