DetikNews
Jumat 09 Juni 2017, 12:00 WIB

Komnas Perlindungan Anak: Persekusi Harus Dihentikan

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Komnas Perlindungan Anak: Persekusi Harus Dihentikan Foto: Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. (Cici/detikcom)
Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan persekusi harus dihentikan. Semua komponen harus turut serta dalam upaya penghentian ini, khususnya lingkungan rumah dan sekolah.

"Caranya adalah mengajak semua komponen bangsa, termasuk dalam rumah itu menghentikan menanamkan nilai-nilai radikalisme, menghentikan penanaman nilai-nilai kebencian," kata Arist saat ditemui di Tugu Proklamasi Kemerdekaan, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

Menurutnya, fenomena menghasut serta mengajak orang lain untuk membenci seseorang jika berbeda dengan dirinya masih terus terjadi. Kata Arist, di beberapa tempat termasuk lingkungan sekolah menanamkan nilai-nilai kebencian itu.

"Jadi saya kira kembali lagi fungsi pemerintah adalah bagaimana mengembalikan rumah adalah sebagai sahabat anak, bukan sebagai tempat menumbuhkan paham radikalisme dan kebencian," imbuhnya.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait.Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. Foto: Cici/detikcom


Arist mengatakan Komnas Perlindungan Anak sedang berupaya agar sekolah tidak memasukkan nilai-nai kebencian pada kurikulum. Menurutnya, lebih baik perkuat Pancasila agar anak tidak menyebarkan kebencian kepada teman bila tidak sepaham.

"Kami imbau agar tidak sembarangan dalam menggunakan teknologi yang di luar kesadaran, lalu terapi psikososial agar mereka bisa menghargai orang lain," jelasnya.

"Lalu memberi pemahaman, apakah penggunaan teknologi menyebabkan efek negatif atau tidak, Komnas Anak siap memberi pendampingan hukum," sambungnya.
(cim/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed