DetikNews
Jumat 09 Juni 2017, 11:34 WIB

Menteri PPPA: Orang Tua Harus Menjadi Kunci Pemerhati Anak

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Menteri PPPA: Orang Tua Harus Menjadi Kunci Pemerhati Anak Foto: Cici Marlina/detikcom
Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise, mengimbau agar kekerasan terhadap anak dan perempuan dihentikan. Orang tua harus menjadi kunci memperhatikan anak-anak.

"Kami harus memperhatikan anak-anak, orang tua harus menjadi kunci memperhatikan anak-anak, perannya dibutuhkan," kata Yohana
usai menghadiri 'Deklarasi Penolakan Kekerasan, Eksploitasi, Persekusi Terhadap Perempuan dan Anak' di Monumen Proklamasi Kemerdekaan, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

Menurut dia, negara sudah membuat hukum yang cukup keras untuk menjaga dan melindungi perempuan serta anak-anak Indonesia. Namun, terkadang anak-anak tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka lakukan. "Mereka belum paham sama sekali. Oleh karena itu mereka anak-anak cepat sekali meniru orang-orang dewasa, atau siapapun untuk melakukan suatu hal. Kalau dilakukan berulang-ulang maka membentuk kebiasaan ataupun perilaku," ujar dia.



Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), menurut dia, ada sekitar 24 juta perempuan mengalami kekerasan di tahun 2016. Hal ini membuat trauma yang mendalam bagi korban. "Kalau data dari Kementerian, kami khusus untuk perempuan dari BPS survei sekitar 24 juta perempuan mengalami kekerasan, yang sampai sekarang mereka masih mengalami, merasakan traumanya," jelasnya.

"Kalau anak-anak kami sedang bekerja sama dengan BPS lagi, Badan mungkin dalam tahun ini kami sudah dapat datanya," sambungnya.

Sedangkan untuk pencegahan, Yohana mengatakan ada komitmen bersama dengan semua organisasi-organisasi perempuan dan elemen pemerhati perempuan dan anak. Selain itu, ormas dan masyarakat seluruhnya juga turut serta mengakhiri kekerasan dan perlakuan apapun terhadap perempuan dan anak.

"Outputnya ini kan namanya proses jangka panjang, kami membangun koordinasi kerjasama dengan organisasi-organisasi dengan adanya aksi-aksi program yang kami lakukan di Kementerian. Kami itu sampai sekarang sampai di desa-desa juga," tuturnya.

"Jadi organisasi Bhayangkari, organisasi sosial, Dharma Wanita, PKK, dan lain-lain, terutama masyarakat. Saya minta dengan hormat jangan sampai terjadi kekerasan terhadap anak-anak di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua, ini harus dilaporkan kepada kami, untuk bisa ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," kata dia.
(cim/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed