Mudik Lebaran, PT KAI Siapkan Metal Detector dan Anjing Pelacak

Mudik Lebaran, PT KAI Siapkan Metal Detector dan Anjing Pelacak

Denita Br Matondang - detikNews
Jumat, 09 Jun 2017 10:52 WIB
Mudik Lebaran, PT KAI Siapkan Metal Detector dan Anjing Pelacak
Dirut KAI Edi Sukmoro melakukan inspeksi pelayanan KAI (Denita Br Matondang/detikcom)
Jakarta - Menjelang arus mudik Lebaran 2017, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I melakukan sejumlah langkah antisipasi demi keselamatan penumpang. Ribuan aparat TNI dan Polri dilibatkan untuk pengamanan dan pencegahan serangan bom.

"Pihak PT KAI Daop I di masa angkutan Lebaran ini akan melibatkan tenaga keamanan sebanyak 1.145 personel, yang terdiri dari BKO TNI/Polri sebanyak 266 personel dan petugas keamanan internal PT KAI Daop I Jakarta sebanyak 879 personel. Di mana petugas dari pihak PT KAI Daop 1 terdiri dari tenaga Polsuska 243 personel dan PKD 636 personel," kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro setelah melakukan inspeksi pelayanan penumpang di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

Tak hanya itu, PT KAI juga akan memasang sejumlah metal detector di stasiun besar untuk mencegah teror bom. Pihaknya juga akan mengirim anjing pelacak (K9) untuk pengamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tenaga keamanan dari unsur TNI dan Polri sendiri, terdiri dari Garnisun 20 personel, Polda Metro jaya 134 personel, Polda Jabar 56 personel, dan Polda Banten 56 personel. Di stasiun besar sudah dipasang kan metal detector, Gambir sudah, supaya tidak terjadi teror bom di stasiun-stasiun," kata Edi.

"Nantinya tenaga keamanan ini akan tersebar sebagai tenaga keamanan stasiun 214 personel, tenaga keamanan jalur KA 44 personel, dan personel pawang K9 sebanyak 8 personel," ucapnya.


Selain itu, Edi menambah pengamanan di seluruh perlintasan kereta api. Dia menyebut pemerintah sudah mengantisipasi titik rawan kecelakaan dengan membangun flyover Klonengan di Tegal. Juru penilik jalan (JPJ) dan penjaga jalur lintasan (PJL) yang berjumlah 2.000 ribu personel dikerahkan untuk menjaga perlintasan yang rawan pelemparan terhadap gerbong kereta dan titik perlintasan rawan kecelakaan kendaraan dengan kereta.

"Rawan kecelakaan itu biasanya di perlintasan, dan banyaknya di Daop IV, yaitu Semarang dan sekitarnya, dan Daop V Purwokerto. Pemerintah sudah buat flyover jadi tidak ada lagi crossing di Klonengan, di Kesambi, di Kretep. Ada empat dibangun diharapkan sebelum Lebaran selesai," tuturnya. (ams/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads