"Siang ini pukul 14.00 WIB kami akan mendatangi penyidik untuk menanyakan perkembangan laporan putra Pak JK sudah sejauh mana. Karena kan itu kasusnya sudah lama kami laporkan dan sampai sekarang belum ada pemanggilan untuk BAP," jelas salah satu tim pengacara Solihin, M Ihsan kepada detikcom, Jumat (9/6/2017).
Ihsan menyampaikan pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait kelanjutan pelaporan tersebut. "Pak Kapolri menyampaikan akan menindaklanjutinya ke Bareskrim, kemarin katanya mungkin karena masalah administrasi, jadi ketumpuk-tumpuk karena ini kan menyangkut kepala negara ya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ihsan juga menilai adanya tindakan persekusi oleh sekelompok masyarakat terhadap individu yang melakukan pelanggaran hukum, adalah bentuk ketidak percayaan masyarakat terhadap polisi.
"Sekarang kan potensi konflik horizontal besar sekali. Jaidnya persekusi sulit ditindak, karena persekusi adalah bentuk ketidak percayaan kepada polisi sehingga orang melakukan tindakan sendiri," ucapnya.
Tetapi, ia berkeyakinan bahwa Bareskrim Polri memberikan perhatian pada kasus yang dilaporkan oleh putra JK itu. "Kami akan mensuport dan dukungan moril kepada Penyidik dalam menindaklanjuti laporan polisi tersebut," lanjutnya.
Silvester Matutina sebelumnya dilaporkan pleh putra JK ke Bareskrim Polri pada Selasa (7/6) lalu. Silvester dilaporkan dengan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik atas orasinya saat demo di depan Mabes Polri beberap waktu lalu.
Orasi Silvester ini direkam dan tersebar di Youtube. Dalam orasinya itu, Silvester menuding Wapres JK menggunakan isu SARA untuk memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta. Video tersebut berdurasi 2 menit 54 detik.
(mei/aan)











































