detikNews
Jumat 09 Juni 2017, 03:47 WIB

Polisi: Label Produk PT Garam Tertera 'Lokal' Padahal Impor

Mei Amelia R - detikNews
Polisi: Label Produk PT Garam Tertera Lokal Padahal Impor Produk PT Garam (Dok Istimewa)
Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri membongkar penyimpangan impor garam industri di PT Garam. Selain memperdagangkan garam industri ke konsumen, PT Garam juga memberikan label pada produknya yang tidak sesuai dengan isinya.

"Produk garam konsumsi oleh PT Garam diberi merek cap Segi Tiga 'G'. Pada kemasan tersebut tertera berat bersih 400 gram dan selain itu juga tertulis 'Garam ini terbuat dari bahan baku lokal', padahal garam tersebut diimpor," terang Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (9/6/2017).

Sekitar 9 ton garam konsumsi cap Segi Tiga 'G' yang diproduksi PT Garam, ditemukan di gudangnya yang terletak di Gresik, Jawa Timur. Berdasarkan keterangan saksi-sakai dan hasil olah TKP, diketahui bahwa garam konsumsi tersebut terbuat dari bahan baku garam industri yang diimpor oleh PT Garam.

"Tentunya hal ini tidak sesuai dengan tulisan yang tertera pada label yang menerangkan garam tersebut berasal dari bahan baku lokal, sementara garam tersebut merupakan garam industri yang di Impor oleh PT Garam," lanjutnya.

Berdasarkan dokumen, PT Garam mengimpor garam industri tersebut tanggal 18 dan 22 April 2017. Selama periode tersebut, PT Garam telah mengimpor 75.000 ton garam industri.

Polisi menduga, sebagian garam impor tersebut telah dipasarkan ke konsumen. "Karena di TKP hanya ditemukan 4.150 ton garam industri," cetusnya.

Dua perusahaan yang membeli garam dwri PT Garam telah diperiksa penyidik. Selain itu, penyidik juga memeriksa saksi baik dari PT Garam, Kementerian KKP selaku pemberi rekomendasi impor garam dan Kementerian Perdagangan selaku pemberi izin import.

"Sesuai dengan Permendag 125 tahun 2015 importir garam industri tidak boleh memperdagangkan/memindahtangankan garam industri yang diimpornya," tandasnya.


(mei/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com