Menhub Imbau Pemudik di Jawa Tak Tergantung pada Jalur Tol Cipali

Menhub Imbau Pemudik di Jawa Tak Tergantung pada Jalur Tol Cipali

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 08 Jun 2017 23:11 WIB
Menhub Imbau Pemudik di Jawa Tak Tergantung pada Jalur Tol Cipali
Menhub Budi Karya Sumadi (Muhammad Iqbal/detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau para pemudik tidak bergantung pada Jalan Tol Cipali. Dia ingin pemudik juga menggunakan jalur lintas Jawa lainnya.

Budi mengatakan hingga saat ini Jalan Tol Cipali memang belum maksimal. Masih ada perbaikan pada perpanjangan jalur tersebut, yang dipastikan akan selesai menjelang masa mudik Lebaran tahun ini.

"Cipali memang belum maksimal," katanya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (8/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, Budi mengatakan sebaiknya para pemudik juga menggunakan jalur lainnya, yakni di lintas selatan dan Pantura.

"Kita menganjurkan, para pemudik jangan semata-mata (mengandalkan) jalur Cipali, karena tahun lalu Pantura dan jalur selatan kosong. Jadi manfaatkan itu," katanya.

Untuk Cipali sendiri, Budi mengatakan akan dilakukan penanganan khusus. Pihak pengatur lalu lintas akan memberlakukan sistem buka-tutup di jalur tersebut.

"Jadi di Cipali nanti ada treatment khusus. Kita akan lakukan buka-tutup. Di pintu keluar tertentu, kalau sudah antre 2 kilometer, pintu exit sebelumnya akan kita tutup. Karena itu, kita anjurkan agar menggunakan juga jalur Pantura atau jalur selatan. Jadi ada tiga alternatif," katanya.

Untuk kesiapan jalur di tiga alternatif tersebut, Budi memang tak memungkiri masih ada kekurangan. Namun dia berjanji akan segera membenahi jika ada kerusakan atau ketidaksiapan sehingga para pemudik bisa dengan aman dan nyaman melintas.

"Kita sudah improve, kalau ada satu atau dua (kekurangan), mungkin ada," katanya.

Sementara itu, terkait dengan waktu mudik, Menhub mengimbau dilakukan 1-2 hari sebelum puncak arus mudik, yakni tanggal 23 Juni 2017. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan pemudik.

"Kalau bisa, dua hari sebelum tanggal 23 Juni 2017. Karena kan Lebaran tanggal 25 Juni, jadi puncak arus mudik itu diperkirakan pada 23 Juni. Karena kalau PNS kan diberi cuti mulai tanggal 23 tersebut, sementara yang swasta kan bisa lebih cepat. Jadi imbauan ini lebih tepat memang untuk pekerja swasta. Tujuannya agar tidak terjadi kepadatan atau penumpukan di jalur mudik," katanya. (jor/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads