"Harapan kita, dengan kegiatan penangkapan, masyarakat lebih selektif mengawasi lingkungan. Kalau lengah, pasti bisa terjadi atau tumbuh lagi," kata Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan seusai safari Ramadan di Pondok Pesantren Tebuireng 08, Petir, Serang, Kamis (8/6/2017).
Menurutnya, Polda Banten akan terus memonitor potensi-potensi terkait tumbuhnya terorisme. Sedangkan kegiatan yang sifatnya penindakan, Listyo menyerahkan hal tersebut kepada Densus 88 Mabes Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan terkait dengan pencegahan timbulnya pemahaman radikalisme dan terorisme, Listyo mengatakan hal tersebut bukan hanya tanggung jawab kepolisian, TNI, ataupun BIN. Seluruh warga di Banten dan tokoh ulama diminta memberikan peran dan pemahaman bahwa aksi terorisme yang mengatasnamakan agama sebetulnya tidak ada.
"Terkait dengan ajakan apalagi dengan adanya medsos itu sangat luar biasa. Penyebaran paham seperti itu luar biasa. Tokoh ulama, masyarakat, ikut filterisasi. Teror itu bukan ajaran agama," tegasnya.
Sebelumnya, Densus 88 pada Rabu (7/6) kemarin melakukan penangkapan terduga teroris di Banten. Satu terduga dengan inisial S ditangkap di Kota Cilegon dan empat lainnya, yaitu H, S, EM, dan A, ditangkap di Serang. (bri/dnu)











































