DetikNews
Kamis 08 Juni 2017, 18:14 WIB

Survei SMRC: Pilgub DKI 2017 Tak Pengaruhi Perpolitikan Nasional

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Survei SMRC: Pilgub DKI 2017 Tak Pengaruhi Perpolitikan Nasional Rilis survei SMRC soal kondisi perpolitikan nasional pasca-Pilgub DKI 2017. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru mereka yang bertajuk 'Kondisi Politik Nasional Pascapemilihan Gubernur DKI Jakarta'. Hasilnya, tidak ada perubahan pada kondisi politik nasional secara umum pasca-Pilgub DKI 2017.

Penelitian SMRC ini dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan mengambil 1.500 responden sebagai sampel. Survei dilakukan pada WNI yang berumur 17 tahun atau lebih. Margin of error penelitian tersebut plus-minus 2,5 persen. Sedangkan tingkat kepercayaannya 95 persen. Responden dipilih lewat wawancara tatap muka oleh pewawancara yang dilatih. Waktu wawancara pada 14-20 Mei 2017.

Pertanyaan pertama yang disampaikan dalam survei tersebut adalah apakah arah perjalanan bangsa ke arah benar atau salah pasca-Pilkada DKI 2017? Hasilnya, persepsi masyarakat ada 75 persen menyatakan arah perjalanan bangsa kita tidak masalah.

"Mayoritas kita berjalan di arah yang benar, 15 persen kita berjalan ke arah yang salah, selebihnya menyatakan tidak menjawab atau tidak tahu. Jadi persepsi masyarakat tentang bangsa kita tidak ada masalah," kata Djayadi Hanan, peneliti SMRC, di Jalan Cisadane Nomor 8, Cikini, Jakarta Pusat.

"Apakah ada efek Pilkada DKI? Kalau kita perhatikan Oktober 2010 sampai Mei 2017, tidak ada efek berarti. Kalau pilkada berpengaruh, itu bisa fluktuatif, tapi ini bisa dikatakan cukup stabil," lanjutnya.

Selanjutnya dalam survei ini juga ditanyakan bagaimana kepuasan masyarakat terhadap jalannya demokrasi di Indonesia. Hasilnya, 69 persen menyatakan puas, dengan perincian 65,4 persen merasa cukup puas dan 3,3 persen merasa sangat puas.

"Jadi mayoritas bilang demokrasi kita baik-baik saja. Kalau diperhatikan, mulai katakanlah Maret 2016 hingga Mei 2017, terhadap demokrasi, bukannya turun, tapi malah stabil. Kalau Pilkada DKI ada pengaruhnya, harusnya menurun. Tapi ini tidak. Jadi kita bisa menyimpulkan ini tidak ada pengaruhnya," jelasnya.

Sedangkan terhadap pertanyaan demokrasi sebagai sistem pemerintahan paling sesuai, hasilnya menunjukkan 74 persen masyarakat menyatakan demokrasi paling sesuai dan terbaik untuk Indonesia walau tidak sempurna.

"Lagi-lagi tidak ada pengaruh negatif dari Pilkada DKI tentang persepsi masyarakat, demokrasi sesuai atau tidak. Jadi aspek ini pun, tidak ada efek atau dampak Pilkada DKI dari persepsi masyarakat tentang demokrasi," tutupnya.

Dalam rilis survei ini turut hadir Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai, Waketum Gerindra Ferry Juliantono, dan anggota DPR RI Fraksi PDIP Maruarar Sirait.
(cim/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed