Rapat digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2017). Rapat dihadiri 8 orang dari fraksi PDIP, Golkar, dan NasDem. Rapat dipimpin oleh Agun Gunanjar didampingi Taufiqulhadi dan Risa Mariska.
"Saya sampaikan beberapa informasi kehadiran anggota angket. Secara fisik sudah hadir PDIP, Golkar, Nasdem, Desmond sebagai peninjau," ujar Agun membuka rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desmond langsung menimpali ucapan Agun. Ia mengatakan F-Gerindra belum resmi mengutus wakilnya. Ia datang untuk mengecek kebenaran surat dari Miryam, di mana nama ia disebut dalam surat.
"Gerindra kan belum resmi. Tapi ada sebelum ini ada yang nanya, saya dengar berita ada surat Miryam, bisa saya lihat nggak sebelum saya mengeluarkan sikap? Itu intinya," ujar Desmond.
Menanggapi hal tersebut, anggota F-PDIP Masinton Pasaribu membacakan kembali surat dari Miryam. Usai dibacakan, Desmond langsung bergegas keluar. Ia langsung melapor ke fraksinya.
"Ini salah satu syarat. Pembuktian ini yang harus disampaikan. Saya harus rapat ke atas dulu untuk menyampaikan. Bisa saja dibikin siapa pun. Saya lapor fraksi, fraksi yang ambil putusan," kata Desmond.
Desmond meninggalkan rapat pansus angket KPK / Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Ia mengklaim, F-Gerindra akan mengambil keputusan dalam waktu dekat. Ia juga mengaku surat dari Miryam yang dialamatkan kepada dirinya adalah fitnah.
"Kita juga hati-hati, karena ada fitnah terhadap saya, harusnya ikut terlibat. Saya kroscek dulu fitnah ini," papar Desmond. (dkp/imk)












































Desmond meninggalkan rapat pansus angket KPK / Foto: Andhika Prasetia/detikcom