"Mengupayakan proses musyawarah mufakat. Kedua, lebih mengutamakan kebersamaan sebagai parpol. Apa itu? Saling tenggang rasa dengan membuat RUU pemilu yang mampu akomodasi seluruh kepentingan parpol yang berbeda jumlah kursinya di DPR," ujar Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakpus, Kamis (8/6/2017).
Viva membenarkan bahwa pertemuan itu dihadiri sederet ketum dan petinggi partai. Tokoh yang hadir mulai dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Hanura Oesman Sapta, Ketum PPP Romahamurmuziy, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketua Fraksi Demokrat Eddhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Mereka bertemu di kediaman Zulkifli Hasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya penerapan parliamentary threshold. Kalau semakin tinggi, bagaimana parpol yang memiliki jumlah kursi rendah. Kira-kira lolos apa nggak? Itu dalam rangka memperkuat sistem presidensial," sambung Viva.
Soal sistem pemilu, ada tiga opsi yang masih diperdebatkan. Ketiganya adalah proporsional terbuka, proporsional tertutup, dan proporsional terbuka terbatas.
Hingga siang tadi, ada 4 fraksi yang menyepakati sistem proporsional terbuka. Empat fraksi itu adalah Gerindra, PAN, PKS, dan NasDem. (dkp/imk)











































