Polisi Minta Pertamina Siapkan BBM Mobile di Tol Saat Mudik

Polisi Minta Pertamina Siapkan BBM Mobile di Tol Saat Mudik

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 08 Jun 2017 15:55 WIB
Polisi Minta Pertamina Siapkan BBM Mobile di Tol Saat Mudik
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengecek jalur mudik. (Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu kebutuhan yang dicari pemudik saat berhenti di rest area jalan tol. Untuk mengantisipasi kekurangan BBM di SPBU yang berada di rest area, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan pun meminta Pertamina menyiapkan BBM mobile.

"Kita minta Pertamina menyiapkan BBM maksimum, tidak ada kekurangan di SPBU. Namun kita juga meminta Pertamina ada menyiapkan kendaraan-kendaraan yang mobile, apakah itu mobil atau motor dengan menggendong bahan bakar," kata Irjen Iriawan saat mengecek rest area KM 19 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Kamis (8/6/2017).

Iriawan mengatakan Pertamina pun sudah mewacanakan BBM mobile itu. Polda Metro juga akan mengkomunikasikan lagi tentang kesiapan mudik Lebaran dengan pihak terkait, termasuk dengan Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk BBM kita komunikasikan Selasa (13/6) besok akan rapat koordinasi," ucapnya.

Rest area KM 19 menjadi salah satu perhatian polisi. Sebab, saat mudik Lebaran, rest area menjadi salah satu titik yang menyebabkan kemacetan.

Banyaknya pemudik yang beristirahat di rest area mengakibatkan penumpukan kendaraan hingga kemacetan yang mengular, bahkan sampai ke Jalan Tol JORR dan Jalan Tol Dalam Kota.

"Rest area KM 19, di mana ini menjadi titik perhatian kita juga, kemacetan diperkirakan akan terjadi. Kenapa demikian, saya sampaikan tadi, orang akan masuk di rest area itu berbondong-bondong, sehingga menjadi mengurangi kecepatannya. Kecepatan dikurangi 10 km/jam, maka akan berdampak ke belakangnya," tuturnya.

Polda Metro Jaya menyiapkan pos pengamanan di dalam rest area. Polisi akan membuat public address untuk mengimbau pemudik agar tidak berlama-lama di rest area.

"Artinya, kalau di dalam sudah penuh, di dalam tidak boleh berhenti. Sehingga di dalam juga saya akan membuat pos untuk membuat public address kepada pengunjung atau pengendara yang akan beristirahat di dalam. Dan kita akan tentukan sejam maksimal, setelah itu terus untuk melanjutkan perjalanannya," ujarnya. (mei/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads