"Sebagaimana tahun-tahun lalu, mudik menggunakan sepeda motor itu kan sangat banyak ya. Kita berusaha setiap tahun untuk mengurangi, walaupun pertambahannya hampir setiap tahun itu 8 persen dibandingkan dengan kendaraan pribadi itu 5 persen. Ini lebih banyak sepeda motor," ujar Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar di Jembatan Timbang Balong Gandu, Cikampek, Jatisari, Jawa Barat, Rabu (7/6/2017).
Mengurangi jumlah pemudik bermotor, pemerintah mengajak masyarakat ikut program mudik gratis yang diadakan pemerintah, BUMN, dan swasta. Pudji meminta hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan lalu lintas saat mudik Lebaran masih didominasi oleh pengendara sepeda motor. Salah satunya karena pengendaranya lebih mudah kelelahan di perjalanan.
"Karena kan sepeda motor tidak didesain untuk jarak jauh, ya. Nah, makanya mudik gratis dimanfaatkan, sepeda motornya naik truk, naik kereta api, pengemudinya sama keluarganya naik bus. Busnya sudah ber-AC segala macam," ucap Pudji.
"Kita ada program yang mudik gratis itu sampai 175 persen peningkatannya. Sayang kalau ini tidak dimanfaatkan. Untuk itu, pemerintah terus mengimbau masyarakat, masih dibuka kesempatan untuk mendaftarkan mudik gratis menggunakan kereta api, bus, kemudian sepeda motornya menggunakan truk," tambahnya.
Pudji juga meminta masyarakat mengikuti program mudik gratis menggunakan kapal laut. Mudik gratis menggunakan kapal laut hingga saat ini masih sangat minim peminatnya.
"Padahal sebetulnya hampir sama. Hanya, orang tidak biasa dengan kapal. Jadi nanti mungkin ada ombak, goyang, jadi mabuk. Terus kemudian jauh ke tempat titik pemberangkatannya di Tanjung Priok. Ada kesan-kesan itu. Pemerintah sendiri sudah mencoba supaya bagaimana masyarakat mau menggunakan kapal ro-ro untuk mudik gratis ini, baik sampai Semarang maupun sampai Surabaya," pungkas Pudji. (nvl/elz)











































