Djarot: Dana Operasional RT/RW Dinaikkan, Tapi Ada Syaratnya

Djarot: Dana Operasional RT/RW Dinaikkan, Tapi Ada Syaratnya

Dewi Irmasari - detikNews
Rabu, 07 Jun 2017 19:46 WIB
Djarot: Dana Operasional RT/RW Dinaikkan, Tapi Ada Syaratnya
Plt Gubernur DKI Djarot (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Lembaga Masyarakat Kota (LMK) menyambut baik naiknya dana operasional untuk RT dan RW di DKI Jakarta. Namun ada syarat yang harus dipenuhi oleh RT dan RW.

"Ada yang bilang dana operasional dinaikkan? Ya. Untuk dan operasional RW Rp 2 juta, untuk RT Rp 1,5 juta," kata Djarot di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (7/6/2017).

"Tetapi ada syaratnya. RT/RW juga punya yang namanya QPI. Berarti lapor. Indikatornya apa? Untuk pelayanan masyarakat, kebersihan masyarakat. Dilaporkan di situ. Memang betul ada PPSU, ada pasukan hijau, ada pasukan putih, pasukan biru, pasukan pelangi. Betul. Tetapi RT/RW juga punya tanggung jawab untuk membuat warga sekitar mengamankan daerah masing-masing. Kalau semua ditangani pemerintah, memang bisa?" jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Djarot ketika menghadiri acara silaturahmi dengan LMK wilayah Jakarta Barat. Dalam kesempatan itu, Djarot memastikan, begitu dananya masuk ke APBDP, akan segera dicairkan.

"Begitu anggarannya masuk, langsung dicairkan dan diberikan untuk biaya operasional di masing-masing wilayah," ujar Djarot.

Namun Djarot kembali mengingatkan warga. Menurutnya, pekerjaan menjadi RT dan RW di suatu wilayah butuh keikhlasan karena sistem pekerjaan yang bersifat sukarela.

"Tetapi sekali lagi, yang namanya RT/RW itu sifatnya sukarela. Sifatnya ikhlas, supaya kita bisa bantu warga yang lain. Saya yang minta tolong RT/RW bersama lurah, tolong dijaga. Tolong dimanfaatkan kita punya RPTRA," tutur Djarot.

Djarot kemudian mengucapkan selamat kepada RT/RW atas naiknya dana operasional mereka. Hal tersebut pun disambut tepuk tangan oleh para LMK yang hadir.

"Jadi, selamat pada RT/RW dan seluruh pengurusnya," ucap Djarot.

Kemudian Djarot bercerita tentang dirinya yang juga pernah terlibat dalam kepengurusan RT ketika ia masih tinggal di Surabaya. Menurutnya, kepengurusan tersebut merupakan salah satu cikal bakal dirinya menjadi Wakil Gubernur DKI.

"Dulu saya pernah jadi sekretaris RT, lo. Bayangkan, waktu di Surabaya. Jadi sama RT-nya harus rukun. Banyak kegiatan yang kita lakukan bersama-sama. Senang. Saya pernah jadi ketua Karang Taruna. Makanya sekarang jadi wakil gubernur, sebentar ladi gubernur. Jadi lakukan itu dengan sepenuh hati kita. Prinsipnya adalah meskipun itu kecil, jika bermanfaat, itu jadi tugas yang baik," Djarot berkisah.

Sebagai informasi, sebelumnya dana operasional RT awalnya Rp 975 ribu per bulan dan dana operasional RW awalnya Rp 1,2 juta per bulan.

Dalam acara itu, hadir pula Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Kasatpol PP DKI Jupan Royter Tampubolon, dan Kasudin Damkar DKI Subejo. (irm/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads