"Kita sudah tahu kinerja Pak Anas melalui birokrasi dan pembangunan Banyuwangi sangat bagus. Bahkan berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, merupakan pengakuan publik bahwa Pak Anas (layak) maju dalam bursa pilgub melalui PDIP," ujar Ketua DPC PDIP Banyuwangi Made Cahyana Negara kepada detikcom, Rabu (7/6/2017).
Menurut Made, sosok cagub/cawagub tidak hanya dihitung dari tingkat keterpilihannya (elektabilitas). Namun kinerja calon juga diperhitungkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Made ingin PDIP mengusung calon terbaik. Saat ini Azwar Anas dianggap memenuhi kriteria karena dinilai berhasil memimpin Banyuwangi.
Di era kepemimpinan Anas, menurut Made, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan. Bahkan Banyuwangi menjadi satu-satunya kabupaten yang mendapat penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan nilai A.
Tidak hanya itu, Anas juga berhasil membawa nama baik Banyuwangi di tingkat internasional dengan menjuarai World Tourism Organization (UNWTO).
"Berdasarkan hasil kinerja itu, kami mendesak agar Bupati Banyuwangi mendaftarkan diri dari PDIP Perjuangan," kata Made.
Made menyebut sejumlah nama sudah masuk dalam bursa pencalonan PDIP, seperti Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Ketua DPD PDIP Kusnadi.
"Biarkan DPP PDIP yang menggodok dan memutuskan siapa yang nantinya layak maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Yang pasti, kami mendesak agar Pak Anas juga ikut mendaftarkan diri," kata Made.
DPD PDIP Jatim membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan bakal cawagub sejak 1 Juni. Para bakal calon yang mendaftar wajib mengembalikan formulir tersebut pada 15-30 Juni mendatang. (fdn/fdn)











































