"Kita sudah siaga di lima wilayah untuk antisipasi Lebaran. Kemarin kita sudah buka kesiapsiagaan kita ya ke lapangan. Kita sudah kerahkan 425 penjaga lapangan (Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial)," ujar Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan kepada wartawan, Rabu (7/6/2017).
Masrokhan mengatakan ada 276 titik di Jakarta yang rawan PMKS. Karena itu penjagaan dilakukan di titik-titik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PMKS yang terjaring akan dibawa petugas ke tempat penampungan untuk dilakukan pendataan. Bila yang terjaring bukan warga Jakarta, maka yang bersangkutan dikembalikan ke daerah asalnya.
"Manakala kita sudah bina, ada pembinaan sosial 21 hari ya maksimum untuk itu ya. Kita kembalikan kepada keluarga," sambung Masrokhan.
Sementara PMKS yang masuk ke dalam binaan panti, nantinya akan diberikan pelatihan. Tujuannya membekali mereka dengan keterampilan.
"Misalnya, dagang. Dagang kecil misalnya makanan, Koperasi Usaha Bersama. Nah itu ada 1 sampai 10 orang dibantukan modal di daerah asal. KUBRA ada permodalan awal, bisa untuk tata boga, makanan, bisa juga untuk misalnya potong rambut, (kerajinan) manik-manik dan seterusnya. Tapi bagi untuk pedagang kecil di UMKM," terangnya.
Selain itu Dinsos DKI mengimbau masyarakat agar tidak memberikan sesuatu kepada gelandangan di jalanan. Dia menyebut ada Perda yang mengatur tentang pemberian tersebut.
"Bagi warga kota jangan memberikan sesuatu di jalanan dalam rangka apapun. Berikan kepada orang miskin atau tidak mampu. Karena itu sudah melanggar Perda 8 tahun 2011. Ini akan barang kali (PMKS) betah lagi di jalanan," katanya.
(irm/fdn)










































