Kapolres Kuansing AKBP Dasuki Herlambang menjelaskan, korban yang berasal dari Kuansing itu terjatuh ke jurang. Korban baru bisa dievakuasi tim SAR sampai ke Posko dini hari pukul 00.45.
"Ini terbentur pada kendala teknis di mana tim SAR mengalami kesulitan saat mengevakuasi korban dengan tandu. Tim juga mengalami kelelahan," kata Dasuki kepada wartawan (7/6/2017).
Masih menurut Dasuki, dalam proses evakuasi tim juga terbentur faktor cuaca di gunung yang cepat sekali berubah.
"Kondisi korban sangat lemah sekali karena tiga hari terjebak di jurang tanpa makan," kata Dasuki.
Menurut Dasuki, tim Polres Kuansing yang ada di Tanah Datar, Sumbar, hari ini akan kembali. Ini setelah pihak keluarga Yandri sudah berada di Sumbar. Korban dari RS Tanah Datar, kini korban di Rujuk ke RSUD Batu Sangkar yang juga masih di Sumbar.
"Kondisi Yandi sangat lemah, walau sadar namun masih sulit diajak bicara," kata Dasuki.
Sebagaimana diketahui, awalnya ada 16 pendaki gunung asal Riau tersesat di Gunung Marapi, Tanah Datar, Sumbar. Mereka terjebak saat diketinggian 700 meter yang terjadi erupsi pada Minggu (4/6).
Akibatnya, para pendaki pemula panik dan mereka tersesat. Keesokan harinya, tim bisa mengevakuasi 15 orang. Sedangkan satu lagi yakni Yandri terjatuh ke jurang. Setelah tiga hari, Yandri baru diketemukan.
Karena sebagian korban merupakan warga Kuansing, Polres setempat langsung mengirimkan personelnya ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. (cha/rvk)











































