DetikNews
Rabu 07 Juni 2017, 11:15 WIB

Panja RUU Terorisme Rapat Tertutup, Apa yang Dibahas?

Andhika Prasetia - detikNews
Panja RUU Terorisme Rapat Tertutup, Apa yang Dibahas? Rapat Panja RUU Terorisme pada Rabu (7/6/2017). / Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Panitia kerja (Panja) RUU Tindak Pidana Terorisme hari ini menggelar rapat lanjutan membahas daftar inventaris masalah (DIM) dari pemerintah. Rapat digelar tertutup.

Rapat dipimpin ketua Panja RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme M Syafii didampingi Supiadin Aries Saputra. Sementara itu, anggota Panja yang hadir sebanyak 7 dari 15 anggota atau sebanyak 6 fraksi.

"Sudah 6 fraksi yang hadir. Daftar hadir ditandatangani 7 orang dari 6 fraksi maka sesuai kuorum," ujar Syafii membuka rapat kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Ketua dan Wakil Ketua Panja RUU Terorisme / Ketua dan Wakil Ketua Panja RUU Terorisme / Foto: Andhika Prasetia/detikcom


Syafii bertanya kepada perwakilan dari pemerintah mengenai sifat rapat. Perwakilan dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) mengusulkan rapat bersifat tertutup.

"Kami menyampaikan permohonan maaf karena Bu Enny Nurbaningsih (Kepala BPHN) karena tidak bisa hadir. Dengan seizin rekan-rekan, kalau diperkenankan rapat tertutup karena terkait soal teknis yang sensitif, barangkali hanya bisa disampaikan secara tertutup," ucapnya.

Perwakilan pemerintah  di rapat Panja RUU Terorisme / Perwakilan pemerintah di rapat Panja RUU Terorisme / Foto: Andhika Prasetia/detikcom


Peserta rapat lainnya menyetujui usulan tersebut. Syafii langsung memutuskan rapat bersifat tertutup.

"Dengan ini rapat bersifat tertutup," kata Syafii.

Rapat dimulai sekitar pukul 10.55 WIB. Rapat dihadiri perwakilan dari Polri hingga tenaga ahli.
(dkp/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed