Djarot menyerahkan pemberian bantuan dari Bank DKI berupa pakaian kerja, helm, jaket, baju dan EDC mobile kepada petugas AJIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot menyerahkan bantuan kepada petugas AJIB. Foto: Bisma Alief/detikcom |
"Masyarakat itu bos Anda, yang gaji kita adalah masyarakat. Kadang kita lupa bahwa masyarakat adalah majikan, pelanggan, bos, padahal mereka pada hakikatnya gaji Anda, termasuk saya," kata Djarot dalam sambutannya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).
Selain itu, Djarot ingin adanya perubahan paradigma soal pelayanan pada masyarakat. Dia tak ingin lagi ada pelayanan perizinan dan non berizinan yang dikenai tarif. "Indonesia dikenal ekonomi biaya tinggi karena rumit dan mahalnya ongkos pelayanan. Sejak 2-3 tahun lalu, ini kita bongkar oleh pemerintah DKI Jakarta. Kita bongkar praktik seperti itu," ucap Djarot.
Salah satu hal yang ditekankan oleh Djarot adalah soal kecepatan dan ketepatan. Dia tidak mau ada komplain dari warga soal Petugas AJIB. Hal tersebut agar tingkat kepuasan warga terhadap pelayanan Pemprov DKI meningkat.
"Makanya ukurannya adalah on time. Kalau waktunya satu jam, satu jam selesai. Tidak ada komplain dan tingkat kepuasan pelanggan bisa tinggi," tutur Djarot.
Petugas AJIB sendiri diberi nama Pasukan Putih oleh Djarot. Pasukan Putih sendiri juga diberikan pada petugas 'ketuk pintu layani dengan hati' yang berisikan dokter, perawat dan bidan. Selanjutnya, Djarot akan meresmikan pasukan pink untuk mengelola RPTRA.
(aan/fdn)












































Djarot menyerahkan bantuan kepada petugas AJIB. Foto: Bisma Alief/detikcom