Gerindra: Istilah Persekusi Terlalu Berlebihan dan Diseramkan

ADVERTISEMENT

Gerindra: Istilah Persekusi Terlalu Berlebihan dan Diseramkan

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 07 Jun 2017 09:03 WIB
Ilustrasi persekusi (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku tidak setuju dengan penggunaan istilah 'persekusi' atau perburuan sekelompok orang, yang terjadi belakangan ini. Dasco menilai istilah 'persekusi' terlalu berlebihan.

"Kalau kita berpendapat bahwa apa yang disampaikan Kapolri itu kan terlalu berlebihan. Istilah 'persekusi' itu juga terlalu seram," kata Dasco saat dihubungi, Selasa (6/6/2017) malam.

Dasco mengatakan, menurut kamus bahasa Indonesia dan dunia internasional, persekusi selalu dikaitkan dengan ras, sikap politik, ataupun asal-usul seseorang. Sedangkan yang terjadi di Indonesia adalah karena perbuatan pelaku tersebut, bukan karena agama, asal-usul, ataupun sikap politik.

"Nah ini ini kan bisa diperlakukan hukum sesuai KUHP. Istilah persekusi itu jangan terlalu diseram-seramkan, kita kan ini sekarang bagaimana merajut persatuan, jangan kemudian persekusi-persekusi dong, kita kan Pancasilais," ujarnya.

Karena itu, kata Dasco, istilah 'persekusi' yang berlebihan dan diseram-seramkan itu tidak baik untuk iklim di Indonesia. Yang penting, lanjutnya, polisi bisa bersikap tegas.

"Yang penting bagaimana polisi bisa tegas, setiap terjadi seperti itu, baik dari pihak mana yang melakukan, dilakukan tindakan tegas. Kalau begitu, semua takut, dari pihak mana, pihak mana tidak akan melakukan itu," tuturnya. (idh/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT