"Kalau dulu mohon, maaf sekali, BUMD itu banyak diisi oleh pensiunan. Para pensiunan yang sebetulnya sudah habis kreativitasnya, jadi terlalu capek. Pensiunan ini masukan Direktur Pasar Jaya, Food Station, Darma Jaya, bagi-bagi jabatan," kata Djarot di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/6/2017).
Namun, lanjut Djarot, setelah dirinya dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi kepala daerah di Jakarta, kebiasaan tersebut diubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang tidak bisa lagi. (Sekarang) BUMD diisi oleh orang yang betul-betul profesional yang betul-betul bisa mengembangkan unit usaha dalam melawan bandit-bandit ekonomi," ujarnya.
Bandit ekonomi yang dimaksud Djarot adalah para mafia dan tengkulak yang memainkan harga saat panen raya tiba. Dia ingin bersama pemerintah turun langsung menindak para bandit ekonomi.
Djarot juga sempat mengungkapkan kegeramannya saat dia tahu adanya oknum yang ingin memainkan harga bawang putih.
"Itulah yang akan kita libas. Yang bisa melibas adalah pemerintah. Saya geregetan kadang-kadang, kemarin bawang putih mau dimainin. Ditahan dulu biar harga naik. Kurang ajar ini. Pemerintah harus betul-betul hadir untuk melawan bandit-bandit ekonomi yang menyengsarakan para pedagang," tutur Djarot. (bis/fdn)










































