DetikNews
Selasa 06 Juni 2017, 19:14 WIB

Putra JK Laporkan Silfester Matutina Terkait Dugaan Fitnah

Bartanius Dony - detikNews
Putra JK Laporkan Silfester Matutina Terkait Dugaan Fitnah Foto: Ketua LSM Solidaritas Merah Putih (Solmet) Sylver Matutina/ Amel detikcom
Jakarta - Anak laki-laki Jusuf Kalla, Solihin Kalla melaporkan Silfester Matutina terkait dugaan fitnah yang diucapkannya dalam orasi. Solihin menunjuk tim advokasi dari Jenggala Center sebagai kuasa hukum keluarga.

"Hari ini resmi melaporkan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap wakil presiden kita, Jusuf Kalla. Polisi Menerima secara resmi laporan kita. Alat bukti juga sudah kita serahkan," kata advokat Jenggala Centre, Roy Rening, di Bareskrim Polri, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2017).

Barang bukti yang ia bawa berupa flashdisk berisi orasi Silfester saat demonstrasi di depan Mabes Polri, Senin (15/5) lalu. Silfester diketahui adalah Ketum Solidaritas Merah Putih (Solmet).

Menurut Roy, ujaran Silfester itu meresahkan masyarakat. Dia berharap polisi bertindak cepat menangkap Silfester. Roy juga ingin, setiap warga negara harus bisa pertanggungjawabkan setiap ucapannya.

"Saya harap Segera ditangkap pelakunya, segera diminta pertanggungjawaban, imbuhnya.

Meski sudah dilaporkan dalam kasus yang sama, Roy menjelaskan bahwa laporan ini dilakukan oleh orang yang berbeda. Ia mendapat surat kuasa dari putera satu-satunya JK, Solihin Kalla. Soal laporan terhadap Silfester, kata Roy, sudah ada tiga laporan ke Polres Jakarta Selatan.

"HMI juga melaporkan, dan sangat wajar HMI melaporkan yang bersangkutan. Bagi Jenggala center sendiri senang banyak yang melaporkan," pungkasnya.

Laporan itu diterima dengan nomor LP/597/VI/2017/Bareskrim. Ada dua nama lagi yang dilaporkan, yaitu Laveran Sirait, dan Hasanudin Abdurakhman. Mereka dilaporkan dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui media sebagaimana tertuang dalam pasal 310 KUHP, 311 KUHP, serta pasal 27 dan 28 UU nomor 8 tahun 2011 tentang ITE.

Perlu diketahui, video saat Silvester berorasi beredar di media sosial. Dalam orasinya itu, Silvester menuding Wapres JK menggunakan isu SARA untuk memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta. Video tersebut berdurasi 2 menit 54 detik.

Silvester sebelumnya juga pernah menjadi pemberitaan sejumlah media massa. Dia pernah melaporkan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab atas ceramahnya soal mata uang rupiah berlogo 'palu arit' ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2017.

Sementara itu, Silfester menyebut pernyataannya dalam orasi saat demo hanya berupa curahan hati (curhat). "Jadi itu adalah bentuk curhatan anak bangsa kepada pemimpinnya," ujar Silfester kepada wartawan, Senin (29/5) lalu.

Silfester lantas berbicara soal dirinya yang menjadi relawan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Dia mengaku sudah ikut meluangkan banyak waktu, materi dan tenaganya untuk memenangkan Jokowi-JK saat itu. "Pernah di Pelabuhan Sunda Kelapa saya jemput Pak JK dan saya yang menuntun Pak JK turun dari speedboat ke kapal," katanya bercerita.
(brt/tfq)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed