DetikNews
Selasa 06 Juni 2017, 16:30 WIB

Patrialis Disebut Atur Strategi Pengaruhi Perkara, MK: Mengerikan!

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Patrialis Disebut Atur Strategi Pengaruhi Perkara, MK: Mengerikan! Patrialis Akbar menjadi tersangka korupsi. (agung/detikcom)
Jakarta - KPK dalam dakwaan Basuki Hariman menyebut Patrialis Akbar mengatur strategi mempengaruhi para hakim konstitusi. Tapi upaya itu gagal, tak ada satu pun hakim konstitusi yang bisa dipengaruhi. Patrialis akhirnya dibekuk KPK.

"Ini pelangaran paling mengerikan," ujar Jubir MK, Fajar Laksono di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2017).

Fajar mengatakan dari sekian kasus korupsi hakim, pelanggaran yang dilakukan Patrialis ini palig memalukan martabat hakim. Sebab, Patrialis disebut KPK, tidak hanya membocorkan informasi, tetapi juga sampai mempengaruhi pendirian hakim lain.

"Membocorkan putusan, menyuruh pihak lain mempengaruhi hakim. Ini pelanggaran etik paling berat, kalau dibanding yang lain, katakan Akil (mantan Ketua MK) saja tidak berani buat apa apa-apa. Nah ini bermain tunggal," cetus Fajar.

Dalam dakwaan Basuki tersebut, diceritakan bagaimana Patrialis mengatur strategi mempengaruhi perkara bagi koleganya.


Pada 19 Oktober 2016, Patrialis Akbar menyarankan kepada Basuki agar melakukan pendekatan kepada dua orang hakim Mahkamah Konstitusi yaitu I Dewa Gede Palguna dan Manahan MP Sitompul. Pertemuan itu dilakukan di Jakarta Golf Club Rawamangun.

Belakangan, Patrialis Akbar menginformasikan hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna dan Manahan MP Sitompul yang pada awalnya berpendapat mengabulkan permohonan pemohon, akhirnya mempengaruhi hakim lainnya agar melakukan penolakan terhadap permohonan pemohon.

Patrialis Akbar kemudian menyarankan Basuki membuat "surat kaleng" atau pengaduan dari masyarakat agar tim kode etik Mahkamah Konstitusi melakukan proses etik terhadap dua hakim tersebut, namun saran ini tidak disetujui oleh mereka yang hadir karena menurut mereka masih ada cara lain untuk melakukan pendekatan kepada hakim konstitusi yang belum menyampaikan pendapat, yaitu Ketua MK Arief Hidayat dan hakim konstitusi Suhartoyo.

Patrialis Akbar juga meminta Basuki untuk menggunakan jasa pengacara Lukas/Lucas untuk mempengaruhi hakim konstitusi Suhartoyo.

Tidak hanya itu, belakangan Patrialis Akbar juga membocorkan draft putusan kepada Basuki. Hal itu untuk meyakinkan bila putusan sudah sesuai pesanan yang diinginkan Basuki. Dalam dakwaan KPK itu juga disebut, aliran uang dari Basuki ke Patrialis melalui Kamaludin.
(edo/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed