Irjen Iriawan menjelaskan, pihaknya berkoordinasi terus dengan KPK terkait perkembangan penyelidikan yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pelakunya. Ia katakan, pihaknya intens memberikan informasi perkembangan kasus itu ke KPK.
"Terakhir sudah koordinasikan dengan KPK, jadi yang terakhir kita curigai AL itu memang tidak di tempat waktu kejadian. Dari teman-teman KPK sudah mengetahui, karena kita upgrade data setiap satu minggu bahkan kita komunikasikan teman-teman penyidik kita dengan KPK," ujar Iriawan di sela-sela pengecekan jalur mudik di Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa (6/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekali lagi penyelesaian kasus itu tidak selalu cepat, ada yang lama, ada yang sedang," ujarnya.
Ia mencontohkan, penyelidikan kasus bom di Filipina yang memakan waktu hingga bertahun-tahun. "Ada kasus bom Filipina itu 3 tahun. Insya Allah lama-lama juga akan terungkap," sambungnya.
Namun ia menegaskan, pihaknya tidak berhenti dan akan terus mengusut kasus tersebut hingga tuntas. "Ada informasi yang belum terbuka, nanti akan muncul. Jadi mohon sabar, karena buat polisi, makin cepat makin bagus. Ini hutang kita," tuturnya.
Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya juga mencari informasi mengenai kasus yang ditangani oleh Novel di KPK. Hal ini dilakukan untuk menggali motif dalam kasus tersebut.
"(Motif) kita belum analisa belum ketahuan, kita kait-kaitkan seperti ini kasus apa kita cek, kemarin termasuk Nico kita periksa," ujarnya. (mei/rvk)










































