Johar Baru Disebut Paling Rawan Tindak Kriminal di Jakpus

Johar Baru Disebut Paling Rawan Tindak Kriminal di Jakpus

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Selasa, 06 Jun 2017 12:18 WIB
Johar Baru Disebut Paling Rawan Tindak Kriminal di Jakpus
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto /Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom
Jakarta - Johar Baru disebut menjadi wilayah paling rawan terjadinya tindakan kriminal. Keadaan ini diantisipasi polisi.

"Jadi yang paling rawan hanya Johar Baru saja. Pertama, secara sosial di sana kawasannya sangat sempit kemudian penduduknya sangat padat sehingga kehidupan sosial di sana kurang sehat," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto kepada detikcom di Mapolres Jakpus, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2017).

Faktor lainnya menurut Suyudi karena kurangnya fasilitas hiburan warga dan bermain anak. Kondisi ini juga bisa memicu kerawanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurangnya tempat hiburan, tempat main anak-anak, sehingga anak itu merasa kurang nyaman. (Kemudian) terjadi nongkrong-nongkrong, tidur pun bergantian di Johar itu saking padatnya. Rumah sempit, isi keluarganya banyak," ujarnya.

"Ada larinya ke narkoba, minuman keras, mulai saling lihat, saling lirik, kadang walaupun ada mercon meledak bisa berantem. Gara-gara gerobak lewat bisa berantem, jadi pemicunya tidak ada yang serius, menurut saya adalah sosial yang tidak sehat," imbuhnya.

Suyudi membandingkan Johar Baru dengan Senen serta Tanah Abang yang jadi kawasan sentral kegiatan masyarakat. Tetap Johar Baru yang paling rawan.

"Lebih rawan Johar baru. Ya gini, memang serial wilayah pada prinsipnya hampir sama kalau pada kegiatan konvensional, kayak curas (pencurian dengan kekerasan) curanmor (pencurian motor), itu cukup rawan. Tapi kalau untuk tawuran tidak spesifik semuanya," ujarnya.

"Kalau di Johar, tidak semua, tapi rata-rata rawan lah di sana. Kemudian di wilayahnya Senen juga ada, cuma di wilayah sini Kwitang saja. Tanah Abang lebih rawan di Kebon Melati, dan Petamburan. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik lah di sana," lanjutnya.

Untuk mencegah tindak kriminal, polisi membuat pos pantau serta berkoordinasi dengan warga khususnya saat Ramadan. Diharapkan kondisi Johar Baru bisa lebih aman dan nyaman bagi warga.

"Ada pos pantau khususnya di bulan Ramadhan. Ini biasanya kan agak tinggi ya potensi konflik, tapi Alhamdulillah dengan upaya preemtif dan preventif kita bisa meredam," ujar Suyudi.

Selain itu Polres Jakpus juga menerapkan program Polisi RW. Polisi RW menurut Suyudi mampu bereaksi lebih cepat menanggapi tindakan kriminal.

"Kami bangun informasi tentang kerawanan sosial, politik, serta gejala-gejala yang ditengarai akan menimbulkan gangguan kamtibmas, maka kami bentuk polisi RW. Satu polisi di setiap RW," ujar Suyudi. (cim/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads