Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan personel TAP adalah anggota pilihan yang mempunyai kelebihan. Mereka juga dipilih berdasarkan intelektual serta pengalaman yang berada di atasnya standar.
"Kemampuan anak-anak ini terpilih, terpilih karena dia mempunyai kelebihan," kata Suyudi saat berbincang dengan detikcom di Polres Jakarta Pusat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suyudi mengatakan standar pemilihan personel TAP terutama yang berusia muda. Hal ini dilakukan agar tim bekerja lebih energetik dan tidak loyo. Selain usia, fisik, dan intelektual, kuatnya mental menjadi pertimbangan dalam pemilihan personel TAP.
"Ya, umur kita upayakan yang masih muda, bukan berarti yang tua, dengan yang muda kita berharap fisiknya masih bagus, masih energik, bukan berarti yang tua tidak baik, bukan yang loyo," ujarnya.
"Jadi ini benar-benar sudah standar cukup baik, fisik bagus, intelektual bagus, mentalnya juga bagus, karena penting mental itu, karena yang dihadapi bisa berubah-ubah, jangan sampai salah saat menghadapi," tuturnya.
Suyudi mengatakan pembentukan TAP dirasa perlu mengingat Jakarta Pusat adalah barometer negara serta pusat dari sistem pemerintahan Indonesia. Menurutnya, hal ini dilakukan guna antisipasi dan meredam kejahatan yang bisa timbul di Jakarta Pusat.
"Kita harus extraordinary untuk melakukan antisipasi dan meredam kejahatan jangan sampai meluas, contoh tawuran. Kalau kita seperti pemadam kebakaran yang hanya datang, pada saat dia berbuat itu tidak akan menyelesaikan masalah, tapi kita harus datang, di kala sebelum terjadinya konflik kita sudah meredam," tuturnya.
Suyudi juga menyampaikan TAP ini dibekali senjata serta peralatan yang memadai. Hal ini dilakukan sesuai standard operating procedure (SOP).
"Kita harus sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) karena kita tidak boleh salah, karena yang kita hadapi ini kan adalah kejahatan. Kejahatan ini kan bisa berhadapan dengan orang bawa senjata tajam dan juga senjata api," ucapnya.
Kapolres Jakarta Pusat dan Tim Alpha Pus (Cici/detikcom) |
"Maka tim ini dibekali, dibekali dengan senjata tajam SS1, kemudian juga helm taktikal, jaket anti-peluru, sepatu khusus, celana lapangan, sehingga mudah untuk membawa perlengkapan yang dibutuhkan, dan sebagainya, paling tidak orang yang mau berbuat sudah segan duluan," ucapnya.
Selain Tim Alpha Pus, Polres Metro Jakarta Pusat membentuk Tim Pemburu Narkoba (TPN). Jumlah personel TPN sama, berkisar 10 orang, namun sasaran TPN dikhususkan untuk memberantas narkoba. (cim/rvk)












































Kapolres Jakarta Pusat dan Tim Alpha Pus (Cici/detikcom)