"Aparat keamanan berhasil menghalau massa yang ingin menduduki kantor KPUD Puncak Jaya dengan memberikan tembakan peringatan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal kepada wartawan di Jayapura, Senin (5/6/2017).
Namun, dalam kejadian itu, salah seorang anggota Sat Intelkam bernama Brigpol Syahril mengalami luka lecet pada bagian dahi sebelah kanan dan di lengan akibat pukulan massa. Anggota berhasil lolos dari amukan massa, tetapi kendaraan anggota tersebut dirusak.
Kamal menjelaskan penyerangan massa itu dipicu oleh adanya pergantian PPD menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di enam distrik di kabupaten tersebut.
"Massa berencana menduduki kantor KPUD Puncak Jaya. Saat massa memaksa memasuki kantor KPUD, anggota atas perintah Kapolres mengeluarkan tembakan ke arah atas dan ke arah tanah untuk membubarkan massa," ujar Kamal.
Akhirnya massa pendukung salah satu pasangan calon bupati itu membubarkan diri dan menuju ke rumah sekretaris KPUD Puncak Jaya dan melakukan perusakan. Akibatnya, pintu depan jebol dan kaca jendela rontok kena lemparan massa.
Setelah melakukan aksi tersebut, sore harinya pukul 18.45 WIT, massa sekitar 300 orang berkumpul di posko salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya. Mereka membekali diri dengan panah dan parang.
Kamal mengatakan, hingga malam ini personel Polres Puncak Jaya dibantu personel Brimob masih bersiaga di kantor Polres dan kantor KPUD Puncak Jaya untuk menghindari tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di ibu kota kabupaten tersebut.
"Polisi telah melakukan koordinasi dengan ketua aksi, melakukan pembubaran terhadap massa, serta melaksanakan pengamanan di kantor KPUD Puncak Jaya," tutupnya. (nkn/nkn)











































