"Jadi saya ditanya konstituen, 'Pak Fahri, habis ini mau ke mana.' Saya bilang, 'Habis ini saya mau jadi marbot.' Saya bilang begitu. Nggak, saya serius omong gitu," kata Fahri mengawali penjelasan soal isu comeback Anis Matta, di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017).
Mendengar jawaban Fahri, konstituennya galau. Menurut dia, banyak loyalisnya yang akan kebingungan memilih partai mana jika Fahri tak lagi di PKS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Fahri menyebutkan mengusulkan kepada Ketua Majelis Syuro agar Presiden PKS Sohibul Iman diganti. Dia menyebut akar rumput PKS banyak yang mengeluhkan kepemimpinan Sohibul.
"Presiden partainya diganti. Nggak bagus orang itu," ucapnya.
Dari penjelasan soal keinginannya agar Sohibul diganti, apakah benar Anis Matta ingin dikembalikan posisinya menjadi Presiden PKS?
"Nggak tahu saya, saya nggak ngerti. Aku kan cuma pembaca lapangan. Ini kan menyampaikan pesan dari lapangan. Orang melihat DPP yang sekarang ini nggak sanggup mengelola politik ini," papar Fahri.
Ketika ditanya pendapatnya apakah Anis Matta sanggup memimpin PKS jika ditunjuk kembali, dirinya enggan menjawab lebih lanjut.
"Ya, saya nggak tahu," cetus Fahri.
Anis Matta memimpin PKS kala partai itu menghadapi badai saat Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terlilit kasus korupsi. Anis, yang memimpin PKS selama 974 hari sebelum akhirnya digantikan Sohibul Iman, konon, masih punya loyalis yang kuat di lingkup internal PKS.
Para loyalis menyebut Anis sebagai pilot di kala badai. Lalu, akankah Anis Matta kembali menjadi 'pilot' PKS kembali? (gbr/nkn)










































