Fahri, yang masih terlibat sengketa dengan PKS, menyebut para pimpinan PKS saat ini tidak matang dalam mengelola partai. Ia juga menyebut kepemimpinan PKS saat ini tak tegas dalam membela kepentingan umat dan rakyat. Akibatnya, banyak kader dan pengurus di daerah mengeluhkan kepemimpinan PKS.
"Banyak daerah sudah mengeluh karena hampir dua tahun terakhir seperti kebingungan dengan langkah-langkah DPP," tutur Fahri dalam keterangan tertulis, Senin (5/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak generasi di dalam PKS yang mulai sadar bahwa cara mengelola politik seperti PKS sekarang ini adalah salah. Tapi banyak yang penakut dan itulah penyakit orang Indonesia. Banyak yang sadar (sekarang salah) tapi belum masif. Walaupun jumlahnya lebih besar dari jumlah pendukung pemimpin PKS sekarang," kata Fahri.
Jika seluruh kader dan pengurus PKS bergerak, Fahri yakin kepemimpinan PKS akan berganti. Dengan demikian, PKS dapat makin percaya diri menghadapi Pemilu 2019.
"Saya percaya dan berdoa bahwa kepemimpinan PKS sekarang ini akan segera berganti dengan pemimpin yang mengerti persoalan sehingga bisa mewakili persoalan umat," ujarnya.
Manuver politik Fahri ini sangat mengejutkan. Tak sedikit di lingkup internal PKS mengaitkan manuver Fahri ini dengan isu santer akan kembalinya Anis Matta, yang pernah memimpin PKS di kala partai ini menghadapi badai saat eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terlilit kasus korupsi. Namun tak satu pun elite PKS mau angkat bicara soal manuver nyentrik Fahri ini.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom |
Anis, yang pernah memimpin PKS selama 974 hari sebelum akhirnya digantikan Sohibul Iman, konon masih punya loyalis yang kuat di lingkup internal PKS. Para loyalis menyebut Anis sebagai pilot di kala badai. Lalu, apakah ada hubungannya manuver Fahri ini dengan isu santer akan kembalinya 'pilot' PKS yang lama menghilang itu? (van/try)












































Foto: Agung Pambudhy/detikcom