#TanyaUstadAdi Bagaimana Puasa di Daerah yang Siangnya Lebih Lama?

#TanyaUstadAdi Bagaimana Puasa di Daerah yang Siangnya Lebih Lama?

Tim detikRamadan - detikNews
Senin, 05 Jun 2017 15:27 WIB
#TanyaUstadAdi Bagaimana Puasa di Daerah yang Siangnya Lebih Lama?
Foto: Ustaz Adi Hidayat Lc,MA (detikcom)
Jakarta - Lama berpuasa setiap negara di belahan dunia memang berbeda-beda menyesuaikan kondisi geografisnya. Hal itu dikarenakan adanya kemiringan sumbu rotasi bumi dalam mengitari matahari.

Karena itu sejumlah negara di belahan bumi utara, khususnya negara yang memiliki musim dingin pada bulan-bulan tertentu akan menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di selatan, begitu juga sebaliknya. Bahkan muslim di Islandia, harus menjalani puasa selama 22 jam.

Bagaimana menghadapi puasa di negara atau daerah yang siangnya lebih panjang daripada waktu normalnya? Menjawab hal itu Ustaz Adi Hidayat Lc, MA menjelaskan para ulama sepakat bahwa waktu puasa disesuaikan dengan negara atau daerah yang terdekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca: #TanyaUstazAdi Gimana Batalkan Puasa Tapi Tak Punya Minuman?

Pada umumnya berpuasa itu sekitar 13-14 jam, maka negara atau daerah yang melebihi dari waktu itu agar menyesuaikan dengan negara tetangga terdekat.

"Sekalipun di tempat anda masih dalam keadaan siang, matahari membentang, puasa anda sah, cukup buka puasa dengan bacaan yang dianjurkan Rasulullah," jelasnya.

Anda bisa menyaksikan program tanya-jawab bersama Ustaz Adi setiap hari di ramadan.detik.com. Setiap hari, bakal ada satu video tanya-jawab yang ditayangkan serta jawaban ustaz. Semoga menambah ilmu dan manfaat di bulan penuh hikmah ini.

[Gambas:Video 20detik]

(ega/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini