Tanggapan ini disampaikan Fadli saat menanggapi soal kasus persekusi di masyarakat. Kemudian, ia bertanya soal penegakan hukum yang tidak adil kepada pihak yang mengkritik pemerintah.
"Laporan saya saja tidak jelas nasibnya soal yang bicara di Twitter yang di Surabaya. Sampai hari ini tidak jelas, tidak ada perkembangan, padahal saya Wakil Ketua DPR, apalagi rakyat? Itu tak jelas laporannya," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakpus, Senin (5/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya polisi jangan sibuk dengan persekusi, harusnya menegakkan hukum sebaik-baiknya. Ini karena penegakan hukum tak berjalan, terutama mereka yang kritis terhadap pemerintah dan melakukan laporan hukum itu tak dieksekusi," ujar Fadli.
Mengenai kasus ancaman pembunuhan lewat Twitter, Fadli menunjuk Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) sebagai tim kuasa hukum. Laporan tersebut sudah diterima Bareskrim Polri pada Senin (1/5). Laporan ini bernomor TBL/397/V/2017/Bareskrim atas nama pelapor Agustiar dengan terlapor Nathan P Suwanto. (dkp/imk)











































