DetikNews
Senin 05 Juni 2017, 00:25 WIB

Ketika Menpora Bacakan Puisi 'Indonesia Tanah Sajadah'

Mega Putra Ratya - detikNews
Ketika Menpora Bacakan Puisi Indonesia Tanah Sajadah Foto: Dok Kemenpora
Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila. Acara bertajuk 'We The Nation' ini menggandeng sejumlah seniman dan tokoh anak muda.

Dalam kesempatan itu Menpora Imam Nahrawi membacakan puisi karya Zawawi Imron dengan judul 'Indonesia Tanah Sajadah'. Imam membacakan puisi itu dengan lantang.

"Sebelum kita lahir ke dunia ini, Rahmat Allah telah menjelma air susu di dada ibu, lalu kita diturunkan, pada sebidang tanah air, yang membentang dari Aceh sampai Papua, itulah Indonesia...." bunyi penggalan puisi yang dibacakan Imam.

Dalam rilis yang diterima dari Kemenpora, Minggu (4/56/2017), acara itu digelar di Lobi Utama Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, Sabtu (3/6/2017) sore. Selain Imam, acara dihadiri oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menaker Hanif Dakhiri dan sejumlah elemen bangsa mulai dari politisi, budayawan, pelaku seni, selebriti, tokoh senior dan anak muda.

Menurut Imam, gerakan ini tidak berhenti pada seremonial peringatan semata. Seluruh komponen bangsa harus terus menggerakkan, menggalakkan, dan menguatkan Pancasila dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun.

Imam mengatakan bila semua mampu menjaga berarti kita hidup di ibu pertiwi Indonesia dengan damai, aman, nyaman, saling bahu-membahu, bersatu padu satu sama lain. Tanpa membedakan ragam perbedaan yang memang selalu ada dan tidak mungkin dihindarkan.

"Disaat semua kita datang dari latar belakang yang berbeda, tidak ada yang dapat menyatukan kita kecuali rumah kita Pancasila. Itulah, kita semua ber-Tuhan, menjunjung kemanusiaan, tentu kita semua bersatu, bermusyawarah, dan menegakkan keadilan di muka bumi ini, dan tentu kita harus mengamankan membumikan Pancasila, saya Imam Nahrawi, saya Indonesia, saya Pancasila," pekik Menpora.

Sementara, Kepala Bekraf Triawan Munaf sebagai tuan rumah acara menyampaikan bahwa kreatifitas anak bangsa hanya akan muncul dan tumbuh berkembang bila bangsa ini jauh dari kebencian-kebencian, penuh toleransi dan saling bekerjasama.

"Pancasila adalah jauh dari kebencian-kebencian, penuh toleransi, dengan demikian kreatifitas anak bangsa akan tumbuh berkembang demi kemajuan bangsa," tuturnya.

Senada dengan Imam dan Triawan, dalam kesempatan terpisah, Ketua KNPI DKI Jakarta Gusti Arief yang juga hadir dalam acara itu mengatakan Pancasila merupakan nafas disetiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai dasar dan ideologi negara.

Gusti menegaskan sebagai generasi muda yang juga agen perubahan, wajib mengawal, mengamalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila.

"Oleh karenanya, sebagai salah satu penggagas dari kegiatan We The Nation, saya mengajak kaum muda milennial untuk terus bergerak membudayakan nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, karena Pancasila lah yang dapat menyatukan semua keberagaman yang ada di Indonesia, berbeda tapi tetap satu,"tegasnya.

Tokoh senior dan anak muda berbaur jadi satu dalam memaknai tekad 'Saya Indonesia, Saya Pancasila'. Mereka yang hadir di antaranya Sukmawati Soekarno Putri, Sys NS, Addie MS, Glenn Fredly, JFLOW, Once Mekel, Mongol Stres, Romy Soekarno, Menur Soekarno, Banyu Biru Djarot, Puti Soekarno, Rinrin Marinka, Kevin Aprilio, Wulan Guritno, Baim Wong, Dira Sugandi, Kirana Larasati, Chico Hakim, Tsamara Awany, Abhisalom Soerjosoemarno, Lukman Sardi, Winky Wiryawan, Ivanhoe Semen, Randolph Bubu.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed