ADVERTISEMENT

Wali Kota Depok: Segel Masjid Ahmadiyah untuk Jaga Suasana Kondusif

Akhmad Mustaqim - detikNews
Minggu, 04 Jun 2017 18:29 WIB
Foto: Segel di Masjid Al Hidayah Depok/Dok: Polresta Depok
Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyegel Masjid Al Hidayah yang biasa digunakan untuk jamaah Ahmadiyah. Wali Kota Depok Mohamad Idris menyebut penyegelan itu untuk menjaga suasana Ramadan di Depok aman dan nyaman.

"Pertama kita dalam suasana bulan Ramadan kita ingin kondisi kota Depok dalam kondisi yang aman dan nyaman, secara khusyuk mempunyai kewajiban menjaga situasi aman dan nyaman dan ingin melindungi warga dari berbagai ancaman," ujar Idris di Kantor Walikota Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Minggu (4/6/2017).

Penyegelan itu dihadiri Pemkot Depok, Dandim, Kapolresta Depok, MUI dan FKUB. Idris mengatakan sebagai langkah antisipatif dari hasil laporan masyarakat.

"Untuk itu kita lakukan langkah antisipatif dengan laporan dan informasi masyarakat terkait potensi konflik terutama potensi terkait Aktivitas Ahmadiyah di Jalan Raya Sawangan di Kelurahan Sawangan Baru," urainya.

Wali Kota Depok dan forpimda membahas tentang penyegelan Masjid Jamaah AhmadiyahWali Kota Depok dan forpimda membahas tentang penyegelan Masjid Jamaah Ahmadiyah Foto: Akhmad Mustaqim--detikcom

Di samping itu, Idris juga mengacu pada fatwa MUI, Pergub tahun 2011 dan peraturan wali kota. Idris juga mencatat sedikitnya sudah tujuh kali melakukan penyegelan.

"Kedua pemerintah kota Depok sudah berkali kali melakukan penyegelan atau pemasangan kembali segel yang mereka bongkar ada tujuh kali. Pada tahun 15 April 2011, 20 Oktober 2011, Mei dan Desember 2013, 2 Oktober 2014, 7 Januari 2015, 23 Februari 2017, dan 3 Juni 2017 melakukan penyegelan ulang terhadap masjid Al Hidayah milik jamaah Ahmadiyah diketahui tanggal 2 Juni," paparnya.

Idris menyebut sebelum melakukan penyegelan, dia juga sempat mengambil sejumlah barang bukti penyebaran paham Ahmadiyah. Di antaranya leaflet, catatan hingga gambar Majelis Ansorullah.

"Ketika saya datang kesana saya sempat mengambil barang bukti penyebaran paham Ahmadiyah baik lewat leaflet, catatan, atau lembaran, tabloid darsus, dan ada gambar besar bersama pengurus majelis Ansorullah. buku-buku ini merupakan bagian daripada penyebaran Ahmadiyah. Ini sesuai dengan apa yang sudah ada di perundang-undangan," kata dia.

Pihak Ahmadiyah belum bisa dikonfirmasi mengenai pernyataan Idris ini. Jubir Ahmadiyah Indonesia Yenra Budiana belum mau berkomentar.

"Nanti ya," kata Yenra. (ams/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT