Melihat Arsip Lahirnya Pancasila: Sidang BPUPKI dan Pidato Sukarno

Melihat Arsip Lahirnya Pancasila: Sidang BPUPKI dan Pidato Sukarno

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 04 Jun 2017 13:43 WIB
Melihat Arsip Lahirnya Pancasila: Sidang BPUPKI dan Pidato Sukarno
Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Foto: Dwi Andayani/detikcom
Jakarta - Kelahiran Pancasila menjadi dasar negara Indonesia terdokumentasikan lewat arsip rapat hingga pidato. Selama pekan Pancasila, arsip-arsip itu dipamerkan di Museum Nasional.

detikcom mengunjungi Pameran Lahirnya Pacasila di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017). Pameran yang menampilkan arsip-arsip bernilai sejarah ini diadakan oleh Kemendikbud pada 2-15 Juni 2017.

Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Foto: Dwi Andayani/detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arsip atau dokumen yang ditampilkan di antaranya adalah dokumen tentang persidangan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Mulai dari agenda acara sebelum pelaksanaan sidang BPUPKI pada 27 Mei 1945, susunan acara pembukaan sidang BPUPKI pada 28 mei 1945, daftar nama pemimpin dan anggota BPUPKI, notulen rapat, denah urutan tempat duduk pimpinan dan anggota sidang, serta foto- foto suasana sidang BPUPKI.

Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Foto: Dwi Andayani/detikcom


Teks pidato Sukarno mengenai usulan nama Pancasila yang diketik dengan ejaan lama pun dipamerkan. Dalam pidatonya, Sukarno mengatakan "Namanja bukan Pantja Dharma, tetapi Saja namakan ini dengan petundjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanja ialah Pantja Sila"

Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Foto: Dwi Andayani/detikcom


Selain itu arsip persidangan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) juga dipamerkan. Mulai dari dibentuknya panitia PPKI, foto suasana sidang PPKI pada Agustus 1945, susunan anggota, notulen rapat, hingga penetapan keputusan hasil sidang PPKI yang telah menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 dan telah memilih Presiden dan Wakil Presiden RI pada 18 Agustus 1945.

Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Foto: Dwi Andayani/detikcom


Arca Garuda hasil dari penemuan abad 14-15 M, juga ditampilkan dalam pameran. Arca Garuda sendiri merupakan arca berbentuk seekor burung mitos yang merupakan kendaraan (wahana) Dewa Wisnu, dalam agama Hindu, Dewa Wisnu merupakan salah satu dari tiga dewa utama yang di percaya sebagai sang pemelihara alam semesta. Arca ini juga yang konon menjadi inspirasi Sultan Hamid dalam membuat Lambang Negara Indonesia.

Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Foto: Dwi Andayani/detikcom


Pengunjung juga bisa melihat arsip surat kabar yang memberitakan pembukaan sidang BPUPKI, pada tahun 1945 pun dipamerkan. Ada 7 surat kabar tahun 1945 yang dibingkai rapi, yaitu surat kabar Harian Sinar Matahari dan surat kabar Asia-Raya. Dengan salah satu judul 'Menoejoe Kemerdekaan dengan langkah jang njata lagi!'

Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Pameran Lahirnya Pancasila di Museum Nasional / Foto: Dwi Andayani/detikcom


(imk/imk)


Berita Terkait