Kapolda Banten akan Tindak Tegas Pelaku Persekusi

Kapolda Banten akan Tindak Tegas Pelaku Persekusi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 03 Jun 2017 19:46 WIB
Kapolda Banten akan Tindak Tegas Pelaku Persekusi
Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo (Foto: Bahtiara Rifa'i/detikcom)
Serang - Kapolda Banten Brigjen Polisi Listyo Sigit Prabowo berjanji akan menindak tegas pelaku persekusi di wilayah hukumnya. Ia minta kepada siapapun untuk tidak melakukan perburuan sendiri terhadap warga karena ucapan di media sosial.

"Jadi terhadap pelaku (persekusi) tersebut kita akan melakukan langkah tegas. Apapun yang terjadi, hak masyarakat untuk mendapatkan perlindungan hukum," tegas Listyo kepada wartawan usai memberikan ribuan takjil gratis di Alun-alun Kota Serang, Sabtu (3/6/2017).

Listyo menegaskan bahwa apabila ditemukan ucapan di media sosial yang menyinggung dan ada unsur penghinaan, ia meminta agar tiada ada perlakukan main hakim sendiri. Apalagi sampai menimbulkan hal-hal yang merugikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak perlu turun langsung yang nanti justru akan merugikan. Karena sudah ada wadahnya (di kepolisian), silahkan dilapor, nanti akan kita proses," katanya.

Karena menurut Listyo, jika pelaku persekusi melakukan langkah-langkah bahkan memaksa orang dan dilakukan pemukulan, itu akan menjadi masalah sendiri.

"Sudah dilaporkan saja, pasti kita akan menanganinya," tutupnya.

Baca juga: Jokowi: Kita Bisa Jadi Negara Barbar, Hentikan Persekusi!

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menegaskan aksi persekusi sangat bertentangan dengan asas hukum negara.

"Persekusi berlawanan dengan asas-asas hukum negara. Sangat berlawanan dengan asas-asas hukum negara. Jadi perorangan maupun kelompok-kelompok maupun organisasi apapun tidak boleh main hakim sendiri, tidak boleh," tegas Jokowi usai menghadiri Kajian Ramadan di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (3/6).

Apalagi, lanjut Jokowi, jika aksi persekusi dilakukan dengan alasan menegakkan hukum namun tak melibatkan aparat. Hal itu tidak dibenarkan.

"Tidak boleh dan tidak ada. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan," kata Jokowi. (bri/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads