Ratusan Rumah di Gorontalo Terendam Banjir hingga 200 Cm

Ratusan Rumah di Gorontalo Terendam Banjir hingga 200 Cm

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 03 Jun 2017 14:39 WIB
Ratusan Rumah di Gorontalo Terendam Banjir hingga 200 Cm
Foto: BNPB
Jakarta - Ratusan rumah di Kabupaten Gorontalo terendam banjir akibat meluapnya 3 sungai di wilayah tersebut. Banjir terjadi setelah hujan deras yang cukup lama terjadi pada Jumat (2/6) kemarin.

"Hujan yang sangat tinggi menyebabkan Sungai Marisa yang melintasi wilayah Limboto Barat, Sungai Moloupo melintasi wilayah Limboto dan Sungai Monggelomo yang melintasi wilayah Kecamatan Tibawa meluap," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima detikcom Sabtu (3/6/2017).
Raturan Rumah di Gorontolo Terendam Banjir hingga 200 CmFoto: BNPB

Akibatnya, ratusan permukiman serta lahan pertanian warga di Kecamatan Limboto, Limboto Barat dan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo terendam banjir. Ketinggian air berkisar 50 sampai 200 centimeter.

"Sebanyak 484 rumah berisi 664 KK atau 2.474 jiwa terdampak banjir. Fasilitas umum seperti sekolahan, masjid, puskesmas dan perkantoran juga terendam banjir. Daerah yang paling banyak terendam adalah Kelurahan Tenilo, 178 rumah, 203 KK/632 jiwa, dan di Desa Pone 86 rumah, 96 KK/384 jiwa," sebut Sutopo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raturan Rumah di Gorontolo Terendam Banjir hingga 200 CmFoto: BNPB

Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. Masyarakat juga tidak mengungsi dari tempat tinggal mereka. Masyarakat telah terbiasa menghadapi banjir yang terjadi di wilayahnya karena hampir terjadi setiap tahun.

"Masyarakat telah memiliki mekanisme kehidupan untuk hidup harmoni dengan banjir. Artinya masyarakat telah memiliki daya survival untuk merespons banjir," imbuhnya.

Raturan Rumah di Gorontolo Terendam Banjir hingga 200 CmFoto: BNPB

Hingga hari ini sebagian wilayah banjir sudah berlangsung surut. Rutinitas banjir di Kabupaten Gorontalo disebabkan rusaknya kawasan hulu dan juga sedimentsi di sungai dan Danau Limboto.

"Serta kondisi topografi wilayahnya yang merupakan dataran banjir yang telah berkembang menjadi permukiman. Wilayah hulu yang banyak berubah menjadi kebun jagung dan lahan pertanian tanpa disertai dengan konservasi tanah dan air telah menyebabkan wilayah di Gorontalo rentan banjir," tuturnya. (nvl/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads